Soichiro Honda lahir tanggal 17 November 1906 di Iwatagun (kini Tenrryu City) yang terpencil di Shizuoka prefecture. Daerah Chubu di antara Tokyo, Kyoto, dan Nara di Pulau Honshu yang awalnya penuh tanaman teh yang rapi, yang disela-selanya ditanami arbei yang lezat. Namun kini daerah kelahiran Honda sudah ditelan Hamamatsu yaitu kota terbesar di provinsi itu.
Ayahnya bernama Gihei Honda seorang tukang besi yang beralih menjadi pengusaha bengkel sepeda, sedangkan ibunya bernama Mika, Soichiro anak sulung dari sembilan bersaudara, namun hanya empat yang berhasil mencapai umur dewasa. Yang lain meninggal semasa kanak-kanak akibat kekurangan obat dan juga akibat lingkungan yang kumuh.

Ketika sang musibah datang menyebarkan aroma-aroma sengsaranya, tak ada yang bisa manusia lakukan selain mengeluarkan intan permatanya (air mata), dan memohon sebatang ilham agar mereka dapat keluar dari lebatnya hutan kesengsaraan yang sedang di hadapinya.

Disaat karunia yang diberikan raja manusia hadir dalam kehidupan serta memberikan peninggalan-peninggalan keistimewaan, memang manusia merasa bahagia atasnya! Namun, mengapa sebuah sifat abadi yang tertanaam dalam jiwanya (tamak) merasa tidak puas akan segala hal, harus terpelihara sampai hari akhirnya kelak???

Pada saat sebuah mimpi, khayalan ataupun imajinasi seseorang berkibar demi terciptanya sebuah inovasi-inovasi yang dapat merubah suatu yang biasa menjadi luar biasa, mengapa tuhan harus menghadirkan sesosok manusia yang meremehkannya bahkan mencacinya? Tuhan.. apakah mereka tidak berfikir atas ulahnya yang selalu meremehkan? pahamilah hai anak dan cucu adam! Apakah kendaraan-kendaraan modern sepeti mobil, motor, sepeda dan lain sebagainya dapat berlalu-lalang di dunia ini tanpa hadirnya seorang makhluk yang tidak bermimpi atau berimajinasi? Apakah kepraktisan dalam menjalani hidup dengan berbagai alat-alat elektronik dapat kita gunakan yang lagi-lagi sebabnya tanpa sebuah kahayalan?? Sekali lagi tidak!

Soichiro Honda, seorang pria yang berhasil menemukan bahkan mengaplikasikan inovasinya akibat berkhayal ketika jam pelajaran berlangsung, sewaktu beliau duduk di bangku sekolah ia pernah mengalami hal terburuk dalam hidupnya yang tidak pernah ia duga sebelumnya, sewaktu guru sekolahnya sedang menerangkan pelajaran sekolah ia mengabaikannya lalu berkhayal demi terciptanya sebuah inovasi, di luar kesadarannya ia berimajinasi tentang sebuah alat transportasi yang nantinya dapat mengantarkan manusia ke jarak yang lebih jauh dari tempat awalnya, Namun tuhan berkata lain sang guru memukulkan rotan panjang yang di pegangnya ke meja Honda, Honda terkejut dan bangun dari alam imajinasinya,Sang Guru sangat marah akibat Honda  tidak memperhatikannya dan mengusir Honda dari sekolahnya Honda tidak di perkenankan untuk sekolah di tempat itu lagi, dengan rasa sedih dan kecewa,ia pergi meninggalkan sekolahnya yang telah memberikan sejuta pengalaman berharga untuknya.

Namun ia yakin bahwasannya Tuhan tidak akan memberikan cobaan kepeda hambanya di luar kemampuannya. Sesampainya di rumah ia masih meratapi kesedihanya, namun ia berhenti sejenak dan berfikir “jika aku terus menerus terpuruk dalam kesedihan,segala imajinasi yang telah ku susun tidak akan bisa ku aplikasikan , aku harus bangkit!” akhirnya semenjak di rumah ia mencari segala macam cara untuk mewujudkan impiannya, sekian lama ia bekerja keras dan mengalami beberapa kegagalan, sampailah perjalanan manisnya pada puncak bukit kesuksesan, sebuah alat transportasi yang memiliki dua roda dan dapat mengantarkan manusia berlalu-lalang untuk menuju ke tempat yang di tujunya dengan cepat yaitu (sepeda motor) berhasil ia ciptakan, kini menjadi bisnis yang sangat menguntungkan, baik dalam kalangan tua maupun remaja.Nama Soichiro Hondapun Di kenal di kalangan internasional yang berawal dari sebuah mimpi serta imajinasi yang pasti!.

Melalui sehelai kisah seorang tokoh ini, pastikanlah kita mendapatkan segumpal pelajaran yang pastinya harus kita pelajari!, Manfaatkanlah sepucuk karunia yang allah berikan, Bersabarlah atas berbagai macam persoalan, Berfikir serta bermimpilah untuk menyelesaikanya, Karna di balik semua itu allah menanam benih-benih kebahagiaan yang manusia sendiri tidak dapat mengira-ngira  mereka akan merasakan kebahagian  tersebut.

Semoga kita semua di berikan kesempatan untuk dapat menimba ilmu, seperti kata-kata mutiara yang menegaskan Utlubul Ilma Minal Mahdi Ilallahdi (tuntutlah ilmu dari buayan hingga liang lahat). Berjuang terus menjadi generasi yang dapat berpengaruh dan bermanfaat bagi Nusa Bangsa dan Agama.

(WARDAN/Annisa)