Untuk menjaga sebuah hubungan, persahabatan dan lain sebagainya, penting untuk membangun komunikasi yang baik. Dan menghargai perasaan orang lain, sebuah frase mungkin saja bisa merusak hubungan antara seseorang.

- Advertisement-

Maka sangatlah penting untuk memilih kalimat yang bijak saat menyampaikan sesuatu kepada teman, keluarga dan Kolega. Berikut dari website Harvard Business riview, penelitian yang dilakukan oleh : Grant Donnelly, mengenai hal tersebut.

Musim Semi kemarin, saya menerima undangan pernikahan teman di Paris, Saya sangat bersemangat mendengar kabar ini, tapi di sisi lain ada dua kekhawatiran besar yang mengganggu fikiran : pergi ke Paris tentu akan menghabiskan banyak uang, dan juga akan menghabiskan banyak waktu liburan saya yang terbatas.

Akhirnya, saya pun memutuskan untuk tidak menghadiri pernikahan tersebut. Tetapi saya berfikir keras bagaimana cara menyampaikan hal tersebut kepada teman saya. Apakah saya mengatakan hanya tak bisa hadir ? atau perlu menceritakan saya tak punya cukup waktu liburan dan uang untuk melakukan perjalanan ke paris ? apa yang harus saya lakukan agar tidak menyakiti persaanya ataupun tanda-tanda bahwa saya tidak menghargai persahabatan kami ?

Seperti acara-acara social lainnya, kita mendapatkan undagan dari teman dan Kolega. Biasanya membutuhkan baik uang maupun waktu. Jadi karena dua hal tersebut cenderung menjadi alasan untuk tidak bias menghadiri undangan ataupun acara tertentu.

Tetapi herannya, kita hanya mengetahui sedikit dari penelitian tentang bagaimana orang lain memahami komunikasi ini, dan bagaimana sebenarnya “alasan” kita mempengaruhi hubungan kita dengan orang lain.

Bersama dengan Kolega Ashley Whillans, Michael Norton, dan Anne Wilson. Saya berangkat untuk mempelajari efek tersebut, dengan menganalisa percakapan nyata dengan data yang ada di Twitter dan melakukan percobaan di tiga lab.

Hasil dari penelitian tersebut menunjukan bahwasanya memberikan alasan mengenai “tidak memiliki waktu cukup” akan menyakiti sebuah hubungan. Sedangkan memberikan alasan mengenai “tidak memiliki uang yang cukup” akan membantu mereka.

Bagaimana Orang-orang Merespon Alsan Kita

Bagian pertama yang saya pelajari terkai analisis percakapan diantara para pengguna Twitter. Lebih dari 1 Minggu di tahun 2018, saya menarik beberapa tweet yang spesifik dengan kalimat “saya tidak punya uang” dan saya “tidak punya waktu”. Memberi saya dataset sebanyak 2.310 tweets. Dengan sedikit banyak dari setengah yang mengkomunikasikan waktu yang terbatas. Salah satu cara pengguna menaggapi itu dengan “menyukai” tweets tersebut.

Saya menemukan bahwa pengguna twitter secara signifikan kecil kemungkinnanya “menyukai” sebuah tweet “daya tidak punya waktu” dibandingkan “saya tidak punya uang”

Penilitian ini memberikan bukti awal bahwa orang-orang merespon kalimat “tidak punya waktu” dan “tidak punya uang” dengan berbeda. Tetapi di twitter memang komunikasi terjalin tidak personal dan Bersama orang asing. Lalu apa yang terjadi jika diantara teman dan Kolega ?

Untuk mengecek hal ini, saya mengambil sampel kepada 327 pasangan yang akan menikah di United Sate, yang saat ini sedang merencanakan pernikahan mereka, dan telah menyebarkan undangan pernikahan. Saya bertanya kepada mereka, berapa banyak tamu yang menolak undangan mereka karena tidak punya waktu dan tidak punya uang ? Rata-rata mereka menyampaikan menerima alasan tersebut, karena terkesan umum.

Saya juga menanyakan ke beberapa pasangan untuk menggambarkan bagaimana perasaan mereka kepada orang-orang yang baru-baru ini menolak undangan karena uang dan waktu. Saya ingin mengetahu perasaan mereka dan kedekatan mereka dengan tamu sebelum dan sesudah tamu tersebut menolak.

Pengantin mengatakan, sebelum mendapatkan respon tersebut,  mereka merasa dekat dengan tamu, tapi setelah mendengan berita tersebut, merasa renggang dengan tamu yang mengutip “tidak punya waktu”dibandingkan mereka yang “tidak punya uang”

Jika kita ingin mengatur uang dan waktu kita dengan efektif – dua sumber kehidupan yang langka dan berharga – kita butuh mengatakan “tidak” untuk suatu hal. Tapi jika kita ingin memperthankan hubungan, dan persahabatan kita harus melakukannya dengan cara yang benar. Menurut Hasil dari penelitian, saya menyarankan ketika kita menolak undangan seseorang karena tidak memiliki waktu yang cukup, bagi orang tersebut akan terdengar seperti kita tidak menghargai mereka. Ini akan membuat mereka menjadi kurang dekat dengan kita, dan mungkin mereka tidak ingin membantu kita di masa yang akan datang.

Maka, lebih bijak jika menggunakan kata “tidak memiliki uang” (anggap itu benar), sebagaimana orang-orang cenderung mempertanyakan seberapa besar kamu menghargai sebuah hubungan. Sebaliknya kamu akan terlihat jujur dan baik, yang akan menghasilkan banyak  energi positif dan niat baik.

Ketika saya sudah membatalkan undangan pernikahan teman saya, saya akhirnya memberikan respon bahwa saya tidak punya waktu untuk pergi ke Paris, beberapa hal menjadi dingin diantara kita. Mengingat bukti yang saya ungkapkan, saya langsung telepon dan mengirim SMS mengenai update pernikahannya.

Akan ada waktu dimana memang kita benar-benar tidak memiliki waktu untuk menghadiri sebuah acara. Tetapi penting menyadari bahwa hubungan itu perlu perhatian extra untuk pulih, dan Anda mungkin ingin mencari waktu untuk melakukan itu.

Tentang Kami

Darunnajah menyelenggarakan lembaga pendidikan yang lengkap dari tingkat Paud, TK, SD, SMP, SMA, SMK, Pesantren sampai Perguruan Tinggi. Berikut ini kami sampaikan brosur berisi informasi profil lembaga, pendaftaran, biaya, lokasi, nomor kontak, fasilitas, kegiatan, prestasi, dan informasi-informasi penting lainnya. → Klik disini

Punya Pertanyaan?

Kami siap membantu anda. Sampaikan pertanyaan, saran dan masukan anda kepada kami. Silahkan isi form kontak yang telah kami sediakan. Klik pada link berikut ini → Klik disini

Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta adalah Pesantren Modern untuk santri putra dan putri mulai dari jenjang Play Group, PAUD, TK, SD, MTs (Tsanawiyah), MA (Aliyah), SMA sampai Perguruan Tinggi. Kegiatan santri antara lain: Shalat berjamaah 5 waktu, mengaji Al-Qur'an, menghafal Al-Qur'an (tahfidz), percakapan bahasa arab dan inggris, latihan organisasi, latihan pidato, olah raga, pramuka, dan kegiatan ekstrakurikuler seperti silat, jurnalistik, marching band, dll. Kampus Darunnajah dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti mini market, bank, ATM, production house, asrama, koperasi, guest house (penginapan), gedung olahraga (GOR), sekolah, perkantoran, laboratorium, dll. Darunnajah menyediakan beasiswa untuk kaderisasi. Pesantren Darunnajah memiliki 16 cabang di seluruh Indonesia.