Menu

Saya Muslim Saya Memilih Pemimpin Muslim

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

 

Darunnajah,  18 April 2017

Saat ini sedang bergejolaknya pilkada yang dilakukan serentak di semua daerah.  Namun yang paling menyita perhatian fublick ialah pertarungan dua kandidat calon gubernur yang tengah bersaing merebutkan kursi kepemimpinan yang ada di ibu kota yaitu kota DKI Jakarta.  Pasalnya kedua kubu ini sangatlah berbeda satu sama lainnya,  dari etnis dan juga agamanya,  yang menjadi dasar memicunya berdebatan panjang sejak beberapa bulan yang lalu.

Apalagi beberapa bulan kebelakang,  salah satu calon kandidat menjadi terdakwa atas penistaan agama yang menyangkut tentang dalil Al Qur’an surat Alma’idah ayat 51, yang mengakibatkan seluruh umat muslim di indonesia murka.  Sehingga menuntun terjadinya aksi bela islam. Sehingga semakin tegaslah bahwa umat islam di haramkan memilih pemimpin kafir dan harus memilih pemimpin muslim.

Namun aturan meminpin kafir itu bukan karena terjadinya penistaan yang di lakukan oleh Tjaha Basuki Purnama atau biasa di panghil Ahok,  akan tetapi memang pada dasarnya di dalam Al qur’an di jelaskan bahwa aturan untuk menjadi seorang pemimpin adalah orang yang seiman dengannya. Seperti dalil di bawah ini Allah berfirman :

لاَّ يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاء مِن دُوْنِ الْمُؤْمِنِينَ وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللّهِ فِي شَيْءٍ إِلاَّ أَن تَتَّقُواْ مِنْهُمْ تُقَاةً وَيُحَذِّرُكُمُ اللّهُ نَفْسَهُ وَإِلَى اللّهِ الْمَصِيرُ

“Janganlah  orang-orang  mukmin  mengambil  orang-orang  kafir  menjadi  WALI (waly) pemimpin, teman setia, pelindung) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara  diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya, dan hanya kepada Allah kamu kembali.” (QS:  Ali Imron [3]: 28)

Masih banyak dalil yang menerangkan tentang larangan memilih pemimpin kafir bagi umat islam,  bukan hanya di indonesia tapi di seluruh jagad raya ini.

Lalu apakah kita ini seorang muslim atau bukan?

Jika kita seorang muslim sepatutnya kita harus memilih pemimpin yang seiman dwngan kita yaitu islam.

Namun bagaimana jika calon pemimpin itu lebih buruk dari pemimpin kafir ?

Kita sebagai seorang hamba Allah yang bariman hanya bisa patuh terhadap perintahnya,  karena Allah yang memerintahkan maka Allah akan memberikan yang terbaik bagi hambanya. Jika perintah Allah kita tidak hiraukan apalah gunanya kita menjadi seorang mualim.  Janganlah karena harta atau karna pencitraan semata kita meninggalkan perintah dari Zat menciptakan kita yaitu Allah SWT.

Dan kitapun tidak tahu apakah pemimpin kafir itu lebih baik dari pemimpin muslim,  hanya Allah yang tahu apa yang ada pada hati seaeorang,  mungkin demi untuk di jadikan seorang pemimpin maka dia berpura –  pura menjadi baik agar semua orang dapat berempati kepadanya. Seorang muslim akan memperdulikan orang seimannya begitu pula pemimpin kafir akan mempeedulika  orang seimannya yaitu kafir juga,  dan itu akan mengakibatkan pada pengaruh kebijakan dalam tatanan kehidupan umat beragama khususnya umat islam.

Jika kita lihat sejarah peejalanan umat islam di dunia,  islam selalu menjadi agama yang terkucilkan,  agama yang di anggap teroris, penjahat dan pembuat masalah,  padahal kenyataannya jauh terbalik.

Maka dari itu kita sebagai umat muslim terbesar di dunia kita harus memilih pemimpin yang seiman dengan kita yaitu pemimpin mualim.

Besok tepat pada hari rabu tanggal 19 Apri 2017 adalah pemilihan kepala daerah putaran kedua yang menentukan siapa yang layak menjadi pemimpin Daerah,  maka dari itu marilah kita sama –  sama menjadi bagian yang akan menyelamatkan negara dan agama kita maka mari kita pilih pemimpin muslim.

(wardan/ mozart)

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

Pondok Pesantren An-Nur Darunnajah 8 Cidokom Bogor

Study From Home

Cidokom Pos – Alhamdulillah, ditengah-tengah maraknya penyebaran virus corona (Covid-19), mari kita selalu menjaga kesehatan diri kita semuanya. Karena persoalannya saat ini bukan hanya Social