Dalam memilih pendidikan untuk anak, Pondok pesantren menjadi salah satu solusi bagi para orang tua yang ingin menyelamatkan anaknya dari pergaulan yang bebas, bahkan ada juga orangtua yang keliru dan beranggapan bahwa pondok pesantren menjadi solusi terakhir bagi anaknya yang tidak diterima disekolah pilihannya, lohh….. itu berarti mereka beranggapan pondok pesantren sebagai lembaga “buangan” dong ? justru hal seperti  ini yang nantinya membuat kelakuan anak tidak baik di Pesantren,  bagaikana mau betah di pesantren kalo niat dari orangtuanya sajah seperti itu.

Pesantren Moderen Darunnajah

Jadi wajar dong kalo ada beberapa anak dari teman,tetangga, bahkan sodara sendiri  yang mondoknya kabur-kaburan terus, karna tidak betah dengan alasan –alasan yang dibuatnya, itu mungkin ada niat awal yang kurang baik dari ornagtuanya memasukan anak mereka kepesantren dan bukan karna model pendidikan dan pengasuhannya yang salah.

Jadi kalo memasukan anak ke Pesantren diniatkan sajah anaknya agar menjadi anak yang saleh/salehah. Yaaahhh, minimal ilmi yang didapatnya dapat bermanfaat bagi untuk dirinya, keuarga, dan saudara-saudaranya. Dan yang pasinya…. jangan pernah takut anak-anak kita menjadi terbelakang, gaptek, katro, norak, kuper dan lain sebagainya. Toh buktinya Pesantren-Pesantren banyak melahirkan orang-orang hebat.

Supaya lebih mantap lagi niat baik memsukan anak-anaknya kepesantren saya punya berbagai tips yang bisa diikui agar tepat memasukan anaknya ke pesantren, yuk bismillah dulu…

1.Memilih Model Pendidikan

Pondok pesantren terbesar  diseluruh penjuru indonesia, secara umum dibagi berdasarkan dua kategori:

a. Pondok Pesantren salafi

Model pendidikan pesantren yang pertama ini biasanya hanya mengejarkan kurikulum pesantren sajah, tidak menggabungkannya dengan kurikulum yang ada dipemerintahan. Sehingga model pesantren salaf ini haya mendidik santrinya mengaji juga mempelajari Al-qur’an dan belajar kitab-kitab pesantren.

Dan pabila santri-santrinya ingin menambah ilmu pendidikan estrak dan ilmu kesosialan, maka mereka harus mencari lembaga pendidikan yang dekat dari pesantrennya.

b. Pondok Pesantren moderen

Sementara itu, model pendidikan yang ada di Pesantren moderen menggabunggkan pembelajaran al-qur’an juga  kitab yang ada di Pesantren pada umumnya danpendidikan formal. Sehingga, santri yang belajar di pesantren moderen seperti ini, tidak perlu lagih susah-susah mencari dan pergi keluar pesantren setiap harinya untuk menambah ilmu pendidikan estrak dan ilmu kesosialan. Karena keduanya sudah menjadi satu paket kedalam   pendidikan lembaga tersebut.

2. Pola Pengasuhan

Saya menyarankan pilihlah pesantren yang diasuh oleh kiai dan ustadz yang memiliki karisma. Yang totalitas ikut serta melaksanakan kegitan bersama santri-santrinya, karena dengan begitu anak-anak dapat lebih  terkontrol dalam melakukan kegiatannya.

Ada beberapa manfaat yang Anda dapatkan bila menitipkan anak di pesantren yang pola pengasuhannya dikontrol langsung oleh kiai dan ustadz-ustadnya. Pertama, ketika Anda menjenguk anak Anda di pesantren, tentu Anda bisa bertemu dengan ustadz-ustadznya dan menanyakan perkembangan belajar anak-anak Anda. Ini artinya, Anda akan lebih mudah mengontrol perkembangan anak-anak Anda dan  Kedua, ustadz-ustadz yang ada di pesantren itu mendoakan santri-santri dan keluarganya. Tentu Anda juga akan mendapat cipratan do’a dari mereka yang tinggal di Pesantren.

3. Peningkatan Output dan Inputnya

Memilihkan pesantren untuk anak tidak perlu yang mewah-mewah, tidak perlu yang fasilitasnya lengkap. Buat apa fasilitas lengkap kalau itu justru membuat manjakan anak Anda.

Pesantren yang mewah dan serba lengkap belum tentu dapat membuat anak Anda dapat memiliki karakter yang baik. Pilihlah pesantren yang sudah jelas-jelas meluluskan alumni-alumni berkualitas yang menjadi  tokoh-tokoh hebat, pejabat publik yang berkarakter dan salih. (Baca: 10 Pesantren moderen di pulau Jawa dan Sumatra).

Ikhlaskan anak anda belajar di pesantren agar terbantuk karakternya. Biarkan anak Anda belajar mandiri dan prihatin menghadapi problematika kehidupan yang dia ditemukan di Pesantren.

Bila anak Anda mengeluh ini dan itu, segeralah konfirmasi ke pihak pendidik yang ada di Pesantren, dan nasihatilah pula dia. Jangan pernah anda bela kesalahannya. Ini akan memperburuk mental anak Anda dan membuat anak Anda bermental “kerupuk”.

4. Pilih Pesantren yang Strategis

Dalam menentukan tempat pendidikan anak anda bukanlah hal yang mudah, apa lagih untuk menjadikannya bermental mandiri. Jangankan Anda yang belum pernah mesantren. Bahkan orangtua yang lulusan Pesantren  pun terkadang bingung mau menitipkan anaknya di pesantren yang mana.

Saran saya, pilihalah pesantren berkualitas  yang jauh dari rumah. Hal ini untuk menghindari anak Anda sering pulang ke rumah atau bahkan kabur dari pesantren. Memang ngomong tidak semudah melakukannya. Apalagi itu adalah waktu pertama kali Anda menitipkankan anak Anda. Akan tetapi  kuncinya adalah yakin bahwa anak Anda akan menjadi lebih baik di Pesantren dan tidak mati kelaparan di pesantren (Baca: Ini 5 Nasihat Pengasuh Pondok Modern Gontor untuk Orangtua Santri).

5. Pesantren yang Indah dan Nyaman

Dan yang tidak kalah penting adalah anda juga memperhatikan kebersihan lingkungan pesantren tempat anak Anda akan dititipkan. Penyakit kulit yang sering dialami santri diakibatkan dari perilaku santri yang jorok, mandi tidak teratur, jarang ganti pakaian, mencampur pakaian kotor dengan pakaian bersih, dan seterusnya

Sayangnya, fenomena tidak baik seperti ini hampir tertanam dalam jiwa santri. Bahkan ada tagline yang beredar di kalangan santri “Kalau belum budukan, belum jadi santri”. Lah, kok santri malah disuruh budukan?! Bukankah ini bertentangan dengan yang Nabi ajarkan? Bukankah, kebersihan bagian dari iman

Memang, penyakit kulit itu biasanya menjadi cobaan umum bagi santri. Seberapa besar kesabaran santri saat mendapatkan musibah sakit kulit tersebut. Namun ada baiknya doktrin tersebut dihilangkan sedikit demi sedikit.

Jika Anda sudah terlanjur menitipkan anak Anda di pesantren yang kurang memperhatikan kebersihan, berilah saran dan masukan pada pengurus pesantren agar memperhatikan kebersihan untuk kesehatan. Apalagi, misalnya, Anda berlatar belakang pendidikan kesehatan.

Nah….
sudah yakinkan sajah anak anda di Pesantren, semoga dengan menitipkan anak-anak kita kepasantren dapat menjadikan selamat dari siksan neraka. Aamiin….