Santri, Sehari Dengan Para Penulis Indonesia

“aku ingin mencintaimu dengan sederhana, seperti angin kepada awan yang menjadikannya hujan. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, seperti api kepada kayu yang menjadikannya abu”

Para pembaca mungkin tahu, kenal atau pernah mendengar dengan bait kata-kata di atas. Kata-kata tersebut merupakan kutipan sajak indah yang tersohor di pembaca Indonesia yang ditulis oleh Prof. Dr. Sapardi Joko Damono. Para pecinta dan pembaca novel, cerpen pasti juga tahu dengan penulis Gol A Gong dengan karya-karya edukatifnya, dan seabrek penulis-penulis lain seperti juga penulis sajak Mata Ruang dan Ruang Lengang yang mengajak kita untuk bermuhasabah tentang kehidupan.

Di PLJ lah kami, santri Darunnajah Cipining bertemu dan belajar langsung kepada mereka tentang penulisan karya sastra. PLJ (Pesta Literasi Jakarta) sendiri merupakan acara rutinitas tahunan, diselenggarakan oleh para penggiat dan beberapa komunitas Literasi di Jakarta dan sekitarnya. Acara ini untuk pertama kalinya diselenggarakan di Jakarta, sebagai ajang silaturahmi dan berbagi informasi bagi para penggiat literasi di tanah air.

Dalam acara tersebut akan dihadirkan penulis-penulis besar, seperti Bapak. Prof. Dr. Sapardi Joko Damono beserta karya-karyanya, Gol A Gong juga dengan karya-karyanya, Jonru, Epri Tsaqib, Asma Nadia, dan beberapa penulis-penulis indie di Indonesia. Waaah…siapa yang tidak kenal dengan nama-nama di atas, terutama Prof. Sapardi Joko Damono, Gol A Gong, dan Mbak Asma Nadia, yang karyanya sudah beredar di toko buku manapun di seluruh Indonesia bahkan diminati oleh berbagai kalangan. Namun sayang sekali, Mbak Asma Nadia berhalangan hadir karena sedang berada di Amerika, bocoran dari panitia.

Sehari bersama para penulis besar tersebut, tentunya banyak hal kami dapatkan, dimulai dari awal mula perjalanan mereka memulai diri dalam dunia literasi. Pengalaman-pengalaman selama menjadi penulis, hingga tips-tips menjadi penulispun dipaparkan dengan gamblang, termasuk menembus penerbit-penerbit buku sebagai pemula. Jujur saja, apa yang mereka paparkan seperti sebuah pecutan dan sangat inspiratif bagi anak-anak muda bangsa yang ingin terus berkarya. (WARDAN/Ela Alfathoni)