Lebih dari sekadar kompetisi, Darunnajah Language Competition (DLC) ke-7 menjadi cermin komitmen pesantren dalam mencetak generasi santri berkarakter global. Gelaran yang diselenggarakan pada Jum’at, 7 Februari 2025, di Darunnajah Pusat Ulujami, Jakarta Selatan, mempertemukan ratusan santri terbaik dari seluruh cabang dalam ajang bergengsi tahunan ini.

Kompetisi yang melibatkan santri kelas 1-6 TMI ini menghadirkan atmosfer akademik yang menginspirasi. Setiap cabang Darunnajah mengirimkan perwakilan terbaiknya setelah melalui seleksi ketat di tingkat internal. Para guru berperan sebagai pembimbing yang mendampingi perjalanan santri menuju puncak prestasi kebahasaan.
K.H. Hadiyanto Arief, S.H., M.Bs., selaku narasumber utama menyampaikan visi mendalam tentang esensi kegiatan ini. “DLC bisa menjadi batu loncatan untuk pengaplikasian bahasa dalam kegiatan sehari-hari, selain untuk santri juga untuk guru-guru,” tegasnya dalam sambutan yang menggugah semangat peserta.
Fokus utama kompetisi tertuju pada penguasaan bahasa Arab dan Inggris sebagai modal komunikasi global santri. Berbagai kategori lomba menjadi wahana eksplorasi potensi kebahasaan yang tersembunyi dalam diri setiap peserta. Proses persiapan yang matang melalui bimbingan intensif mencerminkan keseriusan lembaga dalam mengoptimalkan kemampuan santri.
Darunnajah 2 Cipining berhasil meraih penghargaan Juara Favorit, prestasi membanggakan yang menunjukkan kualitas pembinaan dan semangat kompetitif santri. Pencapaian ini menjadi bukti nyata efektivitas metode pembelajaran bahasa yang diterapkan pesantren untuk mencetak generasi santri berkarakter global.





