Pesantren Darunnajah 2 Cipining menggelar ajang bergengsi Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) yang menyedot perhatian para huffadz muda. Kompetisi yang berlangsung selama tiga hari pada akhir Oktober 2024 ini diikuti oleh puluhan santri terpilih dari kelas 1 hingga 5 TMI. Bagian Tahfidzul Qur’an selaku penyelenggara membagi peserta ke dalam beberapa kategori lomba: kategori juz depan dan belakang dengan berbagai tingkatan. Setiap kategori diikuti peserta terbaik hasil seleksi ketat tim tahfidz. “Kompetisi ini menjadi wadah evaluasi sekaligus motivasi bagi para santri untuk meningkatkan kualitas hafalan mereka,” ujar Andini Rismayanti selaku Kepala Divisi Tahfidzul Qur’an. “Kami menyediakan beberapa tempat berbeda untuk memastikan penilaian berjalan optimal, dan tidak memakan waktu berhari hari.”
Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi sepanjang perlombaan, meski sempat terkendala persiapan yang kurang maksimal. “Tantangan terbesar memang pada fase persiapan, namun semangat mereka untuk unjuk kemampuan sangat menggembirakan,” tambahnya. Dewan juri menilai dengan kriteria ketat mulai dari tajwid hingga kelancaran hafalan. Penilaian dilakukan secara teliti untuk menentukan para juara dari masing-masing kategori yang diperlombakan.
Kompetisi ini menjadi cermin komitmen Darunnajah dalam melahirkan generasi huffadz berkualitas. Pasca MHQ, pihak pesantren berencana mengkaji ulang efektivitas program menghafal dan setoran untuk penyempurnaan sistem pembelajaran. “MHQ bukan sekadar ajang kompetisi, tapi momen berharga untuk introspeksi dan evaluasi bagi seluruh elemen program tahfidz,” tegas Usth Putri Balahaqis selaku kepala asrama tahfidzul Qur’an. Hasil evaluasi akan menjadi pijakan penyempurnaan metode pembelajaran tahfidz ke depan.
Keberhasilan penyelenggaraan MHQ tahun ini membuktikan keseriusan Darunnajah dalam membina generasi penghafal Al-Qur’an. Para juara tidak hanya membawa penghargaan, tapi juga memotivasi santri lain untuk terus meningkatkan kualitas hafalan mereka.







