Gema takbir dan semangat sportivitas menggema di arena Pondok Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14 Serang banten, pada Minggu, 27 Juli 2025. Sejumlah 340 pesilat muda dari 26 kontingen unjuk kebolehan dalam ajang perdana “Darunnajah Silat Championship”. Kejuaraan yang memperebutkan Piala Rektor Universitas Darunnajah ini menjadi panggung persaingan sengit para pesilat dari berbagai pesantren dan sekolah di tingkat pra-remaja, remaja, dan usia dini.
Acara pembukaan berlangsung meriah dan dihadiri oleh tokoh-tokoh penting. Rektor Universitas Darunnajah, Ust. Much Hasan Darojat, Ph.D., dalam sambutan pertamanya menekankan pentingnya kekuatan fisik dan mental bagi seorang mukmin. “Mukmin yang kuat lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah,” ujarnya, mengutip hadis Nabi Muhammad SAW. Beliau menambahkan bahwa kejuaraan ini bukan hanya tentang meraih medali, tetapi tentang membentuk generasi yang tangguh, sehat jasmani dan rohani, serta berakhlak mulia.
Sambutan dilanjutkan oleh Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Banten, Bapak Ajat Sudrajat, yang mengapresiasi inisiatif Darunnajah dalam melestarikan dan mengembangkan pencak silat. “Kami dari IPSI Banten sangat bangga melihat semangat para pesilat muda ini. Ajang seperti inilah yang akan melahirkan atlet-atlet berprestasi yang nantinya dapat mengharumkan nama Banten dan Indonesia di kancah nasional maupun internasional,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Darunnajah, Ust. Bustomi Ibrahim, M.A., Ph.D., menegaskan komitmen Darunnajah sebagai lembaga pendidikan untuk memberikan wadah bagi pengembangan bakat santri di segala bidang. “Pencak silat adalah warisan budaya luhur yang sarat akan nilai-nilai disiplin, keberanian, dan penghormatan. Melalui Darunnajah Silat Championship ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai tersebut kepada anak-anak didik kita,” ungkapnya.
Kejuaraan ini mempertandingkan berbagai kategori laga dan seni, menampilkan kekayaan jurus dan teknik Pencak Silat yang telah dibina di masing-masing lembaga pendidikan. Untuk pertama kalinya 23 atlit silat putri Darunnajah 2 Cipining ‘unjuk gigi’ dibawah bimbingan Ustadzah Amanda Rizki Amalia, Ustadzah Dyan Purnamasari dan ustadzah Nabila Zakiyatun Nisa. Adapun 27 atlit putra dibimbing oleh Ustadz Insan Kamil, Ustadz Taufik Hidayat dan Ustadz M. Farhan Fadhilah.

Pada tingkat Pra-Remaja, kontingen Darunnajah Pusat Ulujami berhasil keluar sebagai Juara Umum 1. Mereka menunjukkan dominasi dengan perolehan 11 medali emas, 5 perak, dan 12 perunggu. Tuan rumah, Nurul Ilmi Darunnajah 14, harus puas di posisi Juara Umum 2 dengan koleksi 10 emas, 6 perak, dan 12 perunggu. Sementara itu, Al Mansur Darunnajah 3 menempati posisi Juara Umum 3 dengan raihan 5 emas, 11 perak, dan 3 perunggu.
Persaingan tak kalah ketat terjadi di tingkat Remaja. Darunnajah 2 Cipining sukses merebut gelar Juara Umum 1 setelah mengumpulkan 10 medali emas, 10 perak, dan 14 perunggu. Tuan rumah kembali menempati posisi kedua, di mana tim remaja Darunnajah 14 meraih 9 emas, 5 perak, dan 11 perunggu. Posisi ketiga diamankan oleh Al Hasanah Darunnajah 9 dengan 4 emas, 3 perak, dan 4 perunggu.
Di kategori Usia Dini, para pesilat cilik dari SDIM Darunnajah 14 tampil perkasa dan menjadi Juara Umum 1 dengan 7 medali emas dan 5 perak. Mereka diikuti oleh SD Mursyidatul Jannah sebagai Juara Umum 2 dengan 3 emas dan 6 perak, serta Tapak Suci Kentaro Club di tempat ketiga dengan 3 medali emas.




