Santri Al-Harokah Darunnajah 12 Unjuk Kobolehan Menjelang Porseka 2025

Santri Al-Harokah Darunnajah 12 Unjuk Kobolehan Menjelang Porseka 2025

Santri Al-Harokah Darunnajah 12 Unjuk Kobolehan Menjelang Porseka 2025
Santri Al-Harokah Darunnajah 12 Unjuk Kobolehan Menjelang Porseka 2025

Gemuruh latihan tari, dentuman silat, dan gerakan gymnastic menggema di Pesantren Al-Harokah Darunnajah 12 Dumai. Puluhan santri Al-Harokah tengah mempersiapkan ajang bergengsi Pekan Olahraga, Seni, dan Pramuka (PORSEKA) 2025. Kegiatan yang diagendakan 24 Agustus mendatang ini menjadi momentum santri mengasah bakat terpendam sekaligus menumbuhkan jiwa kepemimpinan.

Rutinitas harian santri kini terbagi dua fase berbeda namun saling melengkapi. Pagi hingga zuhur, mereka fokus menuntut ilmu dalam kelas-kelas pembelajaran formal. Selepas salat zuhur hingga pukul 21.00, kompleks pesantren berubah menjadi arena latihan intensif berbagai cabang seni budaya.

Empat kategori penampilan menjadi andalan PORSEKA tahun ini. Tari daerah menampilkan kekayaan budaya Nusantara dengan gerakan anggun nan bermakna. Seni bela diri silat memadukan aspek spiritual dan fisik dalam setiap jurus. Gymnastic mengasah keseimbangan tubuh dan mental santri. Grand opening dirancang sebagai pembuka spektakuler yang memukau audiens.

Kepemimpinan santri kelas 6 Tarbiyatul Muallimin Islamiyah (TMI) sebagai ketua panitia mencerminkan penerapan sistem peer leadership. Mereka bertanggung jawab mengkoordinir adik kelas dalam berbagai persiapan teknis dan non-teknis. Pendekatan ini melatih kemampuan manajerial sekaligus membangun rasa tanggung jawab kolektif antar santri.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hujurat ayat 13: “Wahai manusia, Kami ciptakan kamu dari laki-laki dan perempuan, Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.” Keragaman penampilan dalam PORSEKA mengajarkan santri menghargai pluralitas budaya sambil tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam.

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah menyukai jika seseorang melakukan suatu pekerjaan dengan itqan (sempurna).” Latihan intensif yang dilakukan santri mencerminkan implementasi hadist tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Mereka belajar bahwa kesempurnaan lahir dari dedikasi dan kerja keras tanpa mengenal lelah.

Kegiatan ini memberikan dampak signifikan terhadap pembentukan karakter santri. Tanggung jawab mengorganisir acara besar melatih kemampuan time management, komunikasi efektif, dan pemecahan masalah. Santri belajar mengelola tekanan, bekerja dalam tim, serta mengembangkan kepercayaan diri di hadapan publik.

PORSEKA menjadi manifestasi nyata konsep pendidikan holistik yang diterapkan Pesantren Darunnajah. Integrasi antara pembelajaran akademik, pengembangan bakat seni, dan penguatan nilai spiritual menciptakan lulusan berkarakter unggul. Pendidikan tidak sekadar transfer pengetahuan, melainkan pembentukan manusia seutuhnya yang siap menghadapi tantangan zaman.

Pendaftaran Santri Baru