Salampesantren.com, ‘Facebook’ ala Anak Pesantren

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Jakarta – Jejaring sosial marak bermunculan setelah hegemoni Facebook. Konsepnya kurang lebih mirip dengan, namun dengan modifikasi ‘rasa’ dan sentuhan yang disesuaikan dengan audiens yang ditujunya, demikian juga dengan salampesantren.com.Dibuat oleh Didi Suhaedi, seorang santri pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14, Pabuaran, Banten, situs yang dibuat pada 21 Desember 2012 ini diperuntukkan sebagai jejaring sosial berbasis komunitas pesantren di seluruh Indonesia.”Awalnya cuma iseng-iseng sambil belajar saja. Tadinya dikhususkan untuk komunitas Pondok pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14. Ngasih tau pimpinan pesantren malah direspons baik,” kisah Didi melalui email kepada detikINET, Rabu (24/4/2013).

Dipaparkannya, semula situs ini beralamat di salam.nurul-ilmi.com. Untuk dikembangkan lebih luas dan agar santri dari pesantren lain bisa menggunakannya, maka dibuatlah www.salampesantren.com.Melihat dari desainnya, situs ini memang mirip seperti Facebook. Tampilan situs didominasi warna biru dan putih. Masuk ke dalamnya, tampak newsfeed yang menampilkan update terbaru dari teman-teman. Fitur yang tersedia pun kurang lebih hampir sama, ada foto, blog, pages, groups, games, video dan lain-lain.
Didi tak menampik jika situsnya tersebut disebut meniru Facebook. Dikatakannya, tampilan yang mirip Facebook akan membuat pengguna familiar dan mudah bernavigasi di dalamnya.
“Untuk saat ini masih mirip Facebook karena anak muda dan santri-santri lebih mudah memahami isi dan konten tersebut. Nanti ke depannya kalau saya sudah bisa bahasa pemrograman untuk website, akan diubah sedikit demi sedikit. Masih tahapan belajar,” aku Didi.
Salampesantren.com yang dikembangkan menggunakan CMS buatan Jcow, saat ini sudah memiliki 2.000 pengguna. Angka yang terbilang masih sedikit, namun Didi berharap akan terus tumbuh karena dia dan timnya akan lebih giat mempopulerkan.
“Idenya untuk menjadi jejaring sosial anak-anak santri seluruh Indonesia, mengingat di Indonesia ada banyak pesantren dengan ratusan ribu santri,” harapnya.Mengingat sifat internet yang tiada batas dan rentan disusupi konten negatif, Didi dan timnya sudah mengantisipasi hal ini. Diklaimnya, konten salampesantren.com aman dari hal-hal yang tidak baik.
“Yang jadi admin anak santri. Kita bentuk tim kecil untuk menjadi pengurus. Mereka dilatih dan ditugaskan menjadi admin salampesantren.com,” jelasnya.
Tak henti belajar, Didi kian semangat mengembangkan website ini. Apalagi, respons yang didapat salampesantren.com sejauh ini menurutnya cukup baik.
“Alhamdulillah responnya sangat baik. Seluruh cabang pesantren yang berjumlah 14 pesantren sangat merespon sekali. Bahkan teman-teman dari pesantren lain seperti pesantren Gontor dan lain-lain juga ikut gabung,” ujarnya sumringah.

Sumber berita : www.detik.com

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

blank
TK Darunnajah Jakarta

Pentingnya Ilmu

Ilmu adalah cahaya yang menyinari disaat gelap menerpa. begitu pentingnya ilmu sampai ungkapan sahabat yang mengatakan ” JIka kamu menginginkan kebahagian dunia tuntulah ilmu, jika