Live facebook Musabaqoh Hifzhul Qur’an Tingkat Nasional Langsung dari Pesantren Darunnajah Jakarta Pukul 08.00 WIB Hari Ini,  Saksikan di Link Ini!
Menu

Live facebook Musabaqoh Hifzhul Qur’an Tingkat Nasional Langsung dari Pesantren Darunnajah Jakarta Pukul 08.00 WIB Hari Ini,  Saksikan di Link Ini!

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

 DARUNNAJAH.COM, JAKARTA – Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta kembali menggelar Musabaqoh Hifzhul Qur’an (MHQ) antar Pesantren se-Indonesia di kampus Pondok Pesantren Darunnajah Ulujami Pesanggrahan Jakarta Selatan selama 3 hari, 28-30 Oktober 2017.

Pada tahun 2017 ini, MHQ diikuti sekitar 426 peserta putra dan putri dari berbagai pondok pesantren se-Indonesia yang berhasil lolos dalam seleksi MHQ yang telah dilaksanakan di 14 wilayah (daerah) se-Indonesia pada bulan Juli-Agustus 2017.

Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama antara Pondok Pesantren Darunnajah dengan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an, Doha, Qatar. Tahun ini merupakan kali ke-3 semenjak digelar pertama kali tahun 2015.

MHQ bertujuan; untuk melahirkan para penghafal Al-Quran (Hamalatul Quran), menumbuhkan dan memacu semangat menghafal dan mempelajari Al-Quran, memeratakan kegiatan tahfizhul Quran di seluruh wilayah Indonesia, menyemarakkan dakwah Islamiyah melalui lomba hifzhul Quran, serta menjalin ikatan ukhuwah Islamiyah antar pesantren di Indonesia.

Ada 6 (enam) golongan musabaqah yang dilombakan, yaitu Golongan 1 juz putra-putri, 5 juz putra-putri, 10 juz putra-putri, 15 juz putra-putri, 20 juz putra-putri, dan 30 juz putra-putri.

Dewan Hakim yang terlibat pada MHQ 2017 berjumlah 25 orang, yang merupakan para hafizh-hafizhah, para dosen dan pakar ilmu Al-Quran, serta dewan hakim dari Timur Tengah.

Panitia akan menggelar Live Facebook. Saksikan lewat link di bawah ini:

KLIK DISINI

 

 

 

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

blank
Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta

Tiga Tanda Kebahagian Seorang Muslim

Tidak ada satupun manusia di dunia ini kecuali dia sedang mencari dan mengharapkan suatu kebahagian, yaitu: “Kebahagiaan di dunia yang fana dan terlebih lagi kebahagian