Rihlah Iqtishodiyah Resmi Dibuka, Pimpinan Darunnajah Tekankan Pentingnya Finansial yang Sehat Rihlah Iqtishodiyah Resmi Dibuka, Pimpinan Darunnajah Tekankan Pentingnya Finansial yang Sehat

Rihlah Iqtishodiyah Resmi Dibuka, Pimpinan Darunnajah Tekankan Pentingnya Finansial yang Sehat

Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta secara resmi membuka kegiatan pembekalan Rihlah Iqtishodiyah pada Selasa, 24 Maret 2026, bertempat di Aula Al-Ghazali. Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB ini berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh seluruh santri Akhir TMI Darunnajah Jakarta. Kegiatan pembukaan ini dihadiri oleh Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah, K.H. Sofwan Manaf, M.Si.

Dalam sambutan pembukaannya, Kyai Sofwan menyampaikan pesan-pesan berharga yang menjadi bekal moral dan spiritual bagi para santri. Beliau mengawali dengan menekankan pentingnya menulis Al-Qur’an sebagai sarana untuk membentuk pola pikir (mindset) yang baik. Aktivitas tersebut tidak hanya bermanfaat secara spiritual, tetapi juga melatih ketekunan dan kedisiplinan diri.

Selanjutnya, beliau mendorong para santri untuk terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari. Kyai Sofwan mengingatkan agar santri tidak terbiasa “menikmati” keadaan, karena sikap tersebut dapat membuat seseorang enggan berusaha. Beliau menegaskan bahwa sikap terlalu menikmati keadaan bukanlah mental seorang pejuang sejati.

Rihlah Iqtishodiyah Resmi Dibuka, Pimpinan Darunnajah Tekankan Pentingnya Finansial yang Sehat

Dalam aspek sosial, beliau berpesan agar santri memiliki hati yang terbuka dan mampu menjalin pertemanan yang baik dengan siapa pun. Kemampuan bersosialisasi menjadi modal penting bagi santri untuk meraih kesuksesan di masa depan, khususnya dalam dunia perekonomian dan kewirausahaan.

Memasuki inti pembekalan, Kyai Sofwan membahas konsep “uang yang sehat”, yaitu uang yang digunakan di jalan yang benar dan berkah. Beliau mengingatkan santri untuk menghindari tiga sikap merugikan, yaitu boros, terlalu pelit, dan tidak cerdas secara finansial. Beliau juga menegaskan bahwa orang kaya yang sholeh justru memiliki peluang lebih besar untuk beribadah dan berbagi.

Pembukaan kegiatan Rihlah Iqtishodiyah ini diharapkan menjadi langkah awal yang baik bagi para santri dalam mempersiapkan diri menjadi generasi yang berjiwa pejuang sekaligus cerdas finansial.