Ilmuwan Al-Qur'an Internasional Tekankan Pentingnya Bahasa Arab dalam Memahami Kitab Suci Al-Quran Ilmuwan Al-Qur'an Internasional Tekankan Pentingnya Bahasa Arab dalam Memahami Kitab Suci Al-Quran

Ilmuwan Al-Qur’an Internasional Tekankan Pentingnya Bahasa Arab dalam Memahami Kitab Suci Al-Quran

Prof. Dr. Adil bin Ibrahim bin Muhammad Rifa’i, pakar qira’at dari Universitas Islam Madinah, menyampaikan pesan inspiratif kepada ratusan santri tahfidz dan guru Pesantren Darunnajah 2 Cipining dalam kuliah subuh, Kamis (14/11/2024).

Dalam ceramahnya, profesor senior Fakultas Al-Qur’an dan Studi Islam Universitas Islam Madinah ini menekankan bahwa Allah telah memudahkan Al-Qur’an untuk dipelajari. “Allah berfirman ‘Dan sungguh telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk pelajaran’. Kemudahan ini berlaku bagi siapa saja yang memiliki kesungguhan untuk mempelajarinya,” ujar pakar yang telah menghasilkan 54 karya tulis ini.

Syekh Adil menjelaskan bahwa setiap huruf yang dibaca dari Al-Qur’an memiliki nilai pahala yang berlipat. “Setiap huruf bernilai satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipat menjadi sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat. Allah melipatgandakan lebih dari itu bagi yang ikhlas dalam membacanya,” terang guru besar yang juga anggota Dewan Dunia untuk Syeikh-syeikh Qira’at ini.

Menanggapi pertanyaan santri tentang tantangan non-Arab dalam mempelajari Al-Qur’an, beliau menegaskan bahwa penguasaan bahasa Arab adalah kunci utama memahami maksud Allah dalam Al-Qur’an dan hadits. “Setiap orang yang mengucapkan bahasa Arab adalah orang Arab. Indonesia memiliki potensi besar dengan lebih dari 250 juta muslim. Banyak profesor dan ulama Indonesia yang telah menguasai bahasa Arab dengan baik,” jelasnya.

Syekh Adil mengapresiasi perkembangan pendidikan Islam di Indonesia, khususnya di Pesantren Darunnajah yang kini memiliki 22 cabang. “Darunnajah 2 Cipining saja memiliki 1.300 santri, dan total santri di seluruh cabang mencapai 13.000. Ini pencapaian yang luar biasa,” pujinya.

Dalam kesempatan yang sama, beliau juga menyampaikan tawaran beasiswa dari Kerajaan Arab Saudi untuk melanjutkan studi di universitas-universitas terkemuka seperti Universitas Islam Madinah dan Universitas Ummul Qura di Makkah. “Pintu terbuka lebar bagi santri Indonesia untuk menuntut ilmu di Arab Saudi. Banyak alumni Indonesia yang kini menjadi profesor di sana,” tambahnya.

Kunjungan Syekh Adil ke Darunnajah 2 Cipining merupakan bagian dari rangkaian kegiatan konferensi Taysir Ilmu Qira’at, sebuah kerja sama antara IAIN, Universitas Tunisia, dan Universitas Pasundan. Setelah memberikan kuliah subuh, beliau dijadwalkan memberikan kuliah umum kepada seluruh santri dan guru pada siang harinya sebelum melanjutkan kunjungan ke Darunnajah 14.