a href=”http://darunnajah.com/wp-content/uploads/2014/04/DSC_5613.jpg”>img class=”alignnone size-medium wp-image-3334″ alt=”DSC_5613″ src=”http://darunnajah3.com/wp-content/uploads/2014/04/DSC_5613-300×200.jpg” width=”300″ height=”200″ />/a>

a href=”http://darunnajah.com”>Pendidikan pesantren/a> adalah pendidikan yang notabenenya mengajarkan dan mendidik santri dalam bidang keislaman. Hal tersebut bisa didapatkan baik di dalam maupun di luar kelas. Bahkan santri akan lebih banyak menerima pendidikan di luar kelas, karena kegiatan mereka di luar kelas lebih banyak. Salah satu pendidikan yang bisa didapatkan di luar kelas adalah budaya baik, Salah satu contohnya adalah dengan membudayakan a href=”http://darunnajah3.com”>puasa sunah/a>.

Di pesantren Al-Manshur Darunnajah 3, santri dan dewan asatidz diwajibkan untuk melaksanakan puasa sunnah. hal ini mempunyai banyak sekali a href=”http://darunnajah.com”>manfaat/a> baik lahiriyah maupun batiniyah. Ini merupakan budaya baik yang ditanamkan kepada santri agar nantinya mereka terbudaya dengan puasa sunah. “melaksanakan puasa sunah tanpa dipaksa”.

Walaupun dalam keadaan puasa, tetapi kegiatan di pesantren Al-Manshur Darunnajah 3 berjalan seperti hari- hari biasa. Mulai pukul 03.00 santri sudah dibangunkan untuk makan sahur dan qiyamul lail, sembari menunggu subuh, mereka mengisinya dengan a href=”http://darunnajah3.com”>tadarus al- Qur’an/a>, shalat subuh dan mengaji bersama, piket membersihkan lingkungan pesantren dan belajar di kelas seperti biasa.

Ternyata puasa sunah bukanlah suatu hambatan bagi santri Al-Manshur untuk tetap beraktifitas dan berkarya. Bahkan dalam keadaan puasa sekalipun mereka tetap semangat mengikut kegiatan ekstrakurikuler di sore hari. Seperti theater, tari daerah dan marawis, ditambah lagi hari ini merupakan persiapan hari ulang tahun TERISMA (Theater Islam Al-Manshur) yang ke 11 yang akan diadakan malam ini.

“ Kalau ngebuburit sambil latihan, lebih engga kerasa puasanya dibanding tidur terus di kamar” itulah yang diutarakan para santri ketika ditemui di aula Syu’aib yang sedang melaksanakan latihan theater. Ternyata kegiatan yang menumpuk tersebut merupakan salah satu cara mereka menunggu waktu berbuka.