Penerimaan Santri Baru Tahfizhul Qur'an Reguler" class="wp-image-221779" srcset="https://darunnajah.com/wp-content/uploads/2026/09/DNC_7614-1024x683.jpg 1024w, https://darunnajah.com/wp-content/uploads/2026/09/DNC_7614-500x333.jpg 500w, https://darunnajah.com/wp-content/uploads/2026/09/DNC_7614-1536x1024.jpg 1536w, https://darunnajah.com/wp-content/uploads/2026/09/DNC_7614-2048x1365.jpg 2048w, https://darunnajah.com/wp-content/uploads/2026/09/DNC_7614-512x341.jpg 512w, https://darunnajah.com/wp-content/uploads/2026/09/DNC_7614-1023x682.jpg 1023w, https://darunnajah.com/wp-content/uploads/2026/09/DNC_7614-920x613.jpg 920w, https://darunnajah.com/wp-content/uploads/2026/09/DNC_7614-1600x1066.jpg 1600w, https://darunnajah.com/wp-content/uploads/2026/09/DNC_7614-3200x2133.jpg 3200w, https://darunnajah.com/wp-content/uploads/2026/09/DNC_7614-1920x1280.jpg 1920w, https://darunnajah.com/wp-content/uploads/2026/09/DNC_7614.jpg 2560w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" />Sebanyak 198 santri baru mengikuti seleksi program Penerimaan Santri Baru Tahfizhul Qur’an Reguler yang berlangsung selama lima hari, sejak 29 Agustus hingga 2 September 2026. Bertempat di Masjid Kampus 3, para santri kelas satu menempuh rangkaian ujian untuk memperebutkan beasiswa program menghafal Al-Qur’an. Kegiatan ini digelar oleh Departemen Humas dan Dakwah sebagai wujud pengembangan bakat santri dalam menghafal kitab suci. Di balik deretan ujian itu, tersimpan cita-cita besar bagi lahirnya generasi penjaga kalam ilahi.
Dari seluruh peserta yang mengikuti seleksi, panitia menetapkan hasil kelulusan dalam dua kategori. Rinciannya sebagai berikut:
- Lulus murni: 26 santri
- Lulus bersyarat: 172 santri
Proses seleksi menjadi tahap penting yang menentukan siapa saja berhak menerima beasiswa tahfizh. Menurut Departemen Humas dan Dakwah selaku penyelenggara, tantangan terbesar justru terletak pada persiapan ujian dan seleksi tersebut, sebab hasilnya menentukan lulus atau tidaknya setiap peserta dalam pengambilan beasiswa. Meski demikian, seluruh rangkaian berjalan lancar dan terkondisi dengan baik. Antusiasme santri terlihat konsisten sepanjang kegiatan berlangsung, dari hari pertama hingga penutupan.



Program tahfizh di Pesantren Darunnajah 2 Cipining memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada aktivitas menghafal biasa. Menghafal Al-Qur’an adalah perjalanan panjang yang menempa kesabaran, ketekunan, dan keikhlasan seorang santri. Harapannya, mereka yang lolos kelak menjadi penjaga kalam ilahi yang mengamalkan nilai-nilai luhur di dalamnya, bukan sebatas menyimpannya dalam ingatan. Inilah esensi pendidikan di Pesantren: membentuk manusia yang dekat dengan kitab sucinya dan hidup dengan tuntunannya.
Penyelenggaraan seleksi tahun ini dinilai berjalan lebih baik dibanding periode sebelumnya. Jumlah peserta meningkat, dan antusiasme santri baru terasa lebih besar. Peningkatan minat ini menjadi kabar menggembirakan bagi Pesantren, sekaligus tanda bahwa kecintaan pada Al-Qur’an terus tumbuh di kalangan generasi muda. Suasana masjid yang dipenuhi santri memberi warna tersendiri pada kegiatan tahun ini. Kelancaran dari awal hingga akhir menjadi bukti kesiapan panitia dalam mengelola acara.
Perjuangan para santri belum berakhir setelah pengumuman kelulusan. Pihak penyelenggara menyiapkan pendampingan lanjutan bagi mereka yang lolos seleksi beasiswa tahfizh. Para santri akan dibimbing secara intensif hingga mampu menyelesaikan hafalan 30 juz. Proses inilah yang menjadi inti dari program tahfizh reguler, sebuah komitmen jangka panjang antara pesantren dan santrinya. Bimbingan berkelanjutan diyakini menjadi kunci agar target hafalan itu benar-benar tercapai.
Keberhasilan seleksi tahun ini membuka harapan baru bagi masa depan pendidikan Al-Qur’an di lingkungan pesantren. Bagi para orang tua dan masyarakat, momentum ini menjadi ajakan untuk terus mendukung anak-anak yang bercita-cita menghafal kalam ilahi. Doa dan dukungan menjadi bekal penting bagi para santri dalam menempuh perjalanan panjang menghafal 30 juz. Mari kawal dan doakan langkah para penghafal muda ini, agar kelak lahir generasi Qur’ani yang menerangi umat.
