Profesional Dengan Kompetensi Bahasa Arab
Menu

Profesional Dengan Kompetensi Bahasa Arab

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

“Setiap guru yang mengajar di pesantren Darunnajah Cipining haruslah meningkatkan profesionalitasnya, baik pada ranah didaktik metodik, maupun pada penguasaan materi ajarnya. Terlebih lagi bagi guru-guru yang mengajar materi bahasa Arab serta berbahasa Arab, karena bahasa Arab sebagai materi pokok untuk di pesantren. Sehingga, saya harapkan tidak ada lagi guru yang mengajar bahasa Arab dengan cara yang salah.”

blankBegitulah  Pimpinan Pesantren, KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc menekankan kepada dewan guru untuk mengikuti pelatihan pengajaran bahasa Arab yang diselengggarakan di aula pada tanggal 11 s.d 12 Nopember 2010. Dalam sambutan pembukanya, beliau juga menyampaikan bahwa bahasa Arab adalah modal untuk belajar agama. “Orang yang tidak memahami bahasa Arab dengan baik tidak dapat memahami sumber ajaran Islam dengan baik pula, yaitu Al-Qur’an dan Hadits.”

Untuk nara sumber, panitia yang diketui oleh Ustadz Romansyah,Lc mengadirkan praktisi dari lembaga bernama Lughatuna Language Institute yang berkantor di Bekasi yang diwakili oleh pendirinya, Ustadz Asri Ibnu Tsani Djali. Sedangkan pemateri lainnya dari LIPIA bernama Ustadz DR. Budiansyah.

blankDalam uraian materinya, Ustadz Asri lebih mendorong kepada para peserta training untuk dapat membaca kitab berbahasa Arab melalui metode penerapan konsep Penyela dan kelompok.  “Alat pendukung yang kita gunakan untuk mempercepat kemempuan peserta antara lain adalah Diagram Alur Cara Baca Kitab Bahasa Arab. Hasilnya pun, membaca bahkan menterjemahkan kitab bahasa Arab semakin mudah dan enggak pake lama”

Maka dalam pengajarannya, sesi yang dilaksanakan selama Kamis sore (11/11) ini, pemateri membagikan kertas untuk membuat digram alur dimulai dari step demi step sehingga para peserta pelatihan mampu mencapai tujuan pelatihan melalui proses yang tepat.  Selain itu, Ustadz yang sedang menyelesaikan program doktoralnya ini juga mengajarkan dan memahami cara menggunakan kamus yang benar.

blank
(Kanan ke kiri) DR. Budi, KH. Jamhari, dan Ustadz Asri

Sementara itu, DR. Budiansyah yang mengisi sesi kedua pada hari Jumatnya, beliau lebih menekankan pada penguasaan bahasa arab sebagai kompetensi utama seorang guru, terlebih pesantren. “Sebagai guru yang akan mengajarkan materi, seharusnyalah kita selalu memperbaiki dan mengembangkan kemampuan bahasa Arab dari segala sisi. Bagaimana seorang guru akan mengajarkan sesuatu yang benar kalau dirinya saja belum benar. Maka hendaknya guru menuntut dirinya untuk bisa dan mengajarkan dengan cara serta materi yang benar.

DR. Budi yang merupakan murid Ustad Jamhari Abdul Jalal, Lc sewaktu di Gontor dahulu, sangat tidak mentolerir pemakaian bahasa yang tidak tepat. “Mengapa banyak lembaga pendidikan yang menganjurkan santrinya yang penting bicara berbahasa Arab, salah benar tidak penting? Hendaknyalah guru itu bertanggung jawab agar pembelajaran bahasa Arab benar-benar tepat, sehingga dapat digunakan pula untuk berkomunikasi dengan orang yang asli berbahasa Arab”.

Untuk itu, melalui pelatihan inilah, DR. Budi mengajak dan memotivasi dewan guru Darunnajah Cipining dalam mengembangkan pembelajara bahasa Arab. Amanat beliau, agar dewan guru dapat terus belajar apalagi bahasa itu akan selalu berkembang sesuai dengan zamannya. (Wardan/Billah)

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait