Penutupan Dauroh Bahasa Arab ke-17 di Universitas Ummul Quro: Perkuat Kompetensi dan Jalin Hubungan Akademik Indonesia–Arab Saudi

Penutupan Dauroh Bahasa Arab ke-17 di Universitas Ummul Quro: Perkuat Kompetensi dan Jalin Hubungan Akademik Indonesia–Arab Saudi

Penutupan Dauroh Bahasa Arab ke-17 di Universitas Ummul Quro: Perkuat Kompetensi dan Jalin Hubungan Akademik Indonesia–Arab Saudi
Penutupan Dauroh Bahasa Arab ke-17 di Universitas Ummul Quro: Perkuat Kompetensi dan Jalin Hubungan Akademik Indonesia–Arab Saudi

Mekkah, 15 Agustus 2025 – Dengan penuh khidmat dan suasana haru, Program Dauroh Bahasa Arab ke-17 yang diselenggarakan oleh Universitas Ummul Quro Mekkah resmi ditutup hari ini. Acara penutupan dipimpin oleh Dekan Fakultas Bahasa Arab, Dr. Abdurrahman bin Muhammad Al-Juhani, didampingi oleh Syeikh Hasan Abdul Hamid Al-Bukhori, dosen Universitas Ummul Quro sekaligus pengajar di Masjidil Haram.

Program yang berlangsung sejak 30 Juli hingga 16 Agustus 2025 ini diikuti oleh 41 guru dan dosen bahasa Arab dari Indonesia—26 laki-laki dan 15 perempuan—yang mewakili berbagai universitas dan lembaga pendidikan Islam di tanah air. Kegiatan diawali dengan kunjungan ke Kota Madinah, kemudian dilanjutkan dengan dauroh intensif di Mekkah.

Sejak pertama kali diadakan pada 2008, dauroh ini menjadi bagian dari kerja sama berkelanjutan antara Universitas Ummul Quro dan mitra di Indonesia, termasuk Pondok Pesantren Darunnajah/Universitas Darunnajah serta Universitas Al-Azhar Indonesia. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kompetensi pengajaran bahasa Arab mencakup keterampilan mendengar, berbicara, membaca, dan menulis, serta memperdalam pemahaman budaya Arab (tsaqafah) yang melatarbelakangi bahasa tersebut.

Dalam sambutannya, Dr. Abdurrahman bin Muhammad Al-Juhani menyampaikan rasa bahagia dan apresiasi atas kesungguhan para peserta. “Semangat yang kalian tunjukkan menjadi bukti kuat bahwa pendidikan bahasa Arab sangat vital dalam memperdalam pemahaman terhadap ilmu agama Islam,” ujarnya. Beliau berharap pengalaman yang diperoleh selama dauroh dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas pengajaran bahasa Arab di Indonesia.

Syeikh Hasan Abdul Hamid Al-Bukhori juga memberikan pesannya, “Apa yang kalian dapatkan selama dauroh ini bukanlah milik pribadi. Ini adalah amanah yang harus terus disyiarkan dan disebarluaskan ke lembaga masing-masing serta kepada seluruh masyarakat muslim,” tegasnya. Beliau menambahkan, bahasa Arab adalah sarana utama dalam memahami Al-Qur’an dan literatur keilmuan Islam.

Acara penutupan menjadi semakin istimewa dengan kehadiran K.H. Hasan Abdullah Sahal, Dewan Nadzir (Pembina) Yayasan Darunnajah, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor. Dalam motivasinya, beliau menekankan bahwa pengajaran bahasa Arab tidak hanya untuk meningkatkan keterampilan berbahasa, tetapi juga memperkokoh pondasi pendidikan agama di Indonesia. “Bahasa Arab adalah jendela menuju pemahaman Al-Qur’an yang hakiki. Kalian adalah penerang bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Selama dua pekan, peserta tidak hanya mengikuti pembelajaran di kelas dengan metode komunikasi langsung dalam bahasa Arab, tetapi juga melakukan kunjungan lapangan, seperti ke Pabrik Pembuatan Kiswah Ka’bah, Kota Thaif, Museum Al-Qur’an, dan situs-situs bersejarah Islam lainnya. Interaksi langsung dengan penutur asli dinilai mempercepat penguasaan bahasa sekaligus meningkatkan pemahaman budaya Arab.

Program ini memberikan dampak nyata: peningkatan signifikan dalam keterampilan bahasa (produktif maupun reseptif) dan penguatan wawasan budaya peserta. Diharapkan, sekembalinya ke tanah air, para peserta dapat menjadi agen perubahan yang mampu mengembangkan pembelajaran bahasa Arab berbasis konteks budaya, memperkuat kurikulum di lembaga masing-masing, serta menjembatani kerja sama akademik Indonesia–Arab Saudi.

Dengan berakhirnya Dauroh Bahasa Arab ke-17, Universitas Ummul Quro menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program ini pada tahun-tahun mendatang, termasuk Dauroh Bahasa Arab ke-18 yang diharapkan kembali menjadi ajang transformasi keilmuan dan spiritual bagi para pengajar bahasa Arab dari Indonesia.

Pendaftaran Santri Baru