Penyelenggaraan Kegiatan Porseka ke-23 yang dibuka seiring dengan apel tahunan, Rabu, 21 Juli, di pesantren Darunnajah Cipining menyiratkan akan keanekaragaman budaya Indonesia yang terangkum dalam ‘Bhineka Tunggal Ika’, Berbeda-beda tapi tetap satu jua, Indonesia. Keberanekaragaman ini terlihat dari para santri yang memang berasal dari berbagai pelosok di Indonesia. Dan pada kesempatan ini, mereka berbaris, sesuai dengan asal daerahnya yang tergabung dalam konsulat masing-masing.
Setiap konsulat menampilkan pakaian daerahnya masing-masing. Mereka yang mengenakan pakaian daerah menempati posisi paling depan di setiap barisan. Panitia penangung jawab bagian ini, yaitu Luthfia Tanty menamakannya dengan ‘parade nusantara’. “Bahkan, mereka juga diwajibkan untuk menghafalkan lagu-lagu sesuai dengan daerahnya”.
Secara umum, panitia menjelaskan bahwa propinsi-propinsi yang menjadi konsulat santri di antaranya adalah Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Yogyakarta, Jakarta, Sumatra Selatan, Jambi, Riau, Banten, Kalimantan Selatan, dan Padang.
Devail barisan yang mencakup pula kelompok-kelompok penampilan dan petugas upacara, sebelum memasuki lapangan upacara, mereka melakukan pawai menuju kampung Cipining. Pawai ini dipimpin oleh pasukan DCDB (Darunnajah Cipining Drumb Band) asuhan Ustadz Ihkwan Maulana. Disusul kemudian dengan pasukan pengibar bendera, pasukan khusus (pasus) Koordinator Pramuka, pasukan inti (paskin) Seni Bela Diri darunnajah Cipining, Kelompok Koor, kelompok penari Kecak dan diakhiri oleh barusan per konsulat.
Dari devail barisan ini, panitia memasang dewan juri yang ditempatkan di dua titik strategis guna memberikan penilaian. Dua titik tersebut yaitu di tengah perjalanan karnaval menuju lapangan dan satu lagi di tempat panggung utama untuk melihat gaya dan variasi masing-masing konsulat dalam memberikan penghormatan. Adapun yang menjadi point penilaian adalah kostum, kekompakan, yel-yelan, dan asesoris yang dikenakan.

Ustadz Mu’allim Fajri, salah satu tim juri dari parade nusantara ini mengaatakan bahwa kebanyakan peserta parade terlihat bagus, namun ketika ditanya soal konsulat darimana yang menjadi pemenang, ustadz penggemar badminton ini enggan memberikan jawaban. “Ntar, akan diumumkan di penutupan PORSEKA dan pembagian hadiah. Tunggu aja yah..!! (Wardan/Billah)







