Pimpinan Pesantren Darunnajah sekaligus Presiden Universitas Darunnajah, Assoc. Prof. Dr. K.H. Sofwan Manaf, M.Si., menjadi pembicara kunci (keynote speaker) dalam acara Konferensi Ilmiah Internasional Kedua 2025 yang diselenggarakan oleh Arab Institution for Human and Social Sciences di Alexandria, Mesir, pada 7–8 Oktober 2025.
Acara ini dihadiri oleh akademisi, peneliti, inovator, dan pengambil kebijakan dari berbagai negara Arab dan dunia Islam yang fokus pada pengembangan pendidikan Islam dan transformasi digital di tingkat global.
Dalam presentasinya yang berjudul “Application of Artificial Intelligence in Islamic Educational Institutions Using the Learning Organization Approach: A Case Study of Darunnajah Institute and University in Indonesia”, Kyai Sofwan memaparkan bagaimana Darunnajah mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan Islam melalui pendekatan learning organization.
Beliau menjelaskan bagaimana AI dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, tata kelola akademik, dan pengembangan kapasitas guru dan santri.
“Dengan menggunakan AI, kita tidak hanya meningkatkan proses pembelajaran, tetapi juga menciptakan ekosistem yang memungkinkan lembaga pendidikan Islam beradaptasi dengan perkembangan teknologi secara efektif dan berkelanjutan,” jelas Kyai Sofwan dalam pemaparannya.
Pada kesempatan ini, meskipun konferensi berlangsung di Alexandria, Kyai Sofwan berpartisipasi secara daring pada Selasa, 7 Oktober 2025, pukul 19.20 WIB melalui platform Zoom Meeting. Partisipasi daring ini tetap memberikan dampak besar, di mana paparan beliau mendapatkan sambutan hangat dari peserta konferensi yang mengapresiasi komitmen Darunnajah dalam menerapkan teknologi dalam pendidikan.
Keikutsertaan Kyai Sofwan Manaf di forum bergengsi ini juga memperlihatkan bahwa pesantren Indonesia, khususnya Darunnajah, memiliki peran strategis dalam percakapan global mengenai pendidikan Islam.
Dalam paparan tersebut, Kyai Sofwan juga memperkenalkan sejumlah inovasi digital yang telah dikembangkan di Universitas Darunnajah, termasuk pemanfaatan berbagai platform AI untuk mendukung proses belajar mengajar.
Partisipasi dalam konferensi ini diharapkan dapat memperkuat citra Universitas Darunnajah di kancah internasional serta mendorong lembaga pendidikan Islam lainnya untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
“Keikutsertaan ini menunjukkan bahwa pesantren Indonesia siap untuk tidak hanya beradaptasi dengan perubahan zaman, tetapi juga menjadi pelopor dalam pemanfaatan teknologi untuk kemajuan pendidikan Islam,” ujar Kyai Sofwan.
Melalui langkah ini, Darunnajah menegaskan komitmennya untuk membangun jejaring akademik internasional dan terus mendorong inovasi dalam pendidikan Islam yang moderat dan berbasis teknologi.

