Pimpinan Pesantren Darunnajah Saksikan MoU Strategis di UHAMKA Pimpinan Pesantren Darunnajah Saksikan MoU Strategis di UHAMKA

Pimpinan Pesantren Darunnajah dan 75 Kyai Nusantara Perkuat Kemitraan Strategis bersama UIN Jakarta

Delegasi Pesantren Darunnajah Jakarta, dipimpin langsung oleh K.H. Sofwan Manaf, M.Si., dan K.H. Hadiyanto Arief selaku Pimpinan Pesantren dan Presiden Universitas Darunnajah, didampingi Ketua Yayasan Darunnajah Bustomi Ibrohim, Ph.D. dan Rektor Universitas Darunnajah Dr. Hasan Darojat, hadir bersama sekitar 75 pimpinan pesantren dari seluruh penjuru Nusantara dalam Sarasehan dan Penandatanganan Nota Kesepahaman di Ruang Diorama, Auditorium Harun Nasution, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Forum strategis ini mengangkat tema “Strategi dan Tantangan Pendidikan dan Pengembangan Sumber Daya Insani di Pesantren”.

Acara dibuka oleh Rektor UIN Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D., bersama Ketua Umum P2I Dr. K.H. Tata Taufik, M.Ag. dan Ketua Umum FPAG Dr. K.H. Zulkifli Muhadli, S.H., M.M.

Dalam sambutannya, Prof. Asep menegaskan bahwa UIN Syarif Hidayatullah pada hakikatnya adalah “kampus para kiai dan alumni pesantren”.

Beliau mengajak seluruh pihak menghilangkan ego sektoral dan bersama-sama memajukan karakter serta pengetahuan anak bangsa.

Forum memetakan tiga agenda kolaborasi konkret pasca-MoU: Green Pesantren (pengolahan sampah dan air), Kesehatan Pesantren (kaderisasi tenaga medis lewat Fakultas Kedokteran), serta Sains–Industri (model tripartit UIN Jakarta–Universitas, Cordova–PT AMNT)

Konvergensi Pesantren Nusantara

Forum ini juga merekam fenomena konvergensi yang kian nyata di dunia pesantren Indonesia.

Nahdlatul Ulama kini aktif mendirikan perguruan tinggi dan universitas; Muhammadiyah giat membangun pesantren (MBS/IBS) dengan pertumbuhan yang pesat; sementara pesantren modern terus melebarkan sayap.

Kategori klasik; salafiyahkhalafiyahashriyah, semakin kabur dan bertemu pada titik-titik kemaslahatan bersama.

Prinsip klasik “al-Muhafadhatu ‘ala al-Qadim al-Shalih wa al-Akhdzu bi al-Jadid al-Ashlah”, memelihara warisan lama yang baik, dan mengambil yang baru yang lebih baik, kini menjelma menjadi ruh yang dianut bersama lintas ormas.

Sebagai pesantren yang mengelola 23 kampus cabang dengan lebih dari 13.000 santri, 1.300 pendidik, dan Universitas Darunnajah, kehadiran Darunnajah menegaskan komitmen institusi dalam membangun kemitraan strategis pesantren dan perguruan tinggi.

Darunnajah siap berkontribusi aktif dalam pelaksanaan MoU ini demi kemajuan pesantren, kemaslahatan umat, dan kejayaan Indonesia. (Humas Darunnajah)