Pimpinan Pesantren Bakar Gelora Dakwah Santri

Safari dakwah, model dakwah ala pesantren Darunnajah Cipining yang menformulasikan sistem dakwah secara universal dengan konsep kegiatan pramuka. Walhasil, kegiatan ini menjadi ikon tersendiri dan sangat diminati oleh para santri. Salah satu alasannya, karena safari dakwah adalah bentuk rekreasi yang sarat dengan nilai edukasi dan religi. Sekembalinya dari bersafari dakwah, mereka sangat bangga menjadi santri. Karena kepulangannya dari lokasi, tak jarang diiringi oleh uraian air mata masyarakat yang merasa kehadiran mereka menjadi sangat berharga.

Kenapa safari dakwah dapat seperti itu? Pada pelepasan safari dakwah secara massal oleh seluruh santri Darunnajah Cipining pasca ujian semester ganjil di lapangan parkir, Senin (26/12) ini, pengasuh pesantren, KH Jamhari Abdul Jalal, Lc,  menguraikan kembali secara singkat tips sukses bersafari dakwah.

Beliau mengatakan, bahwa dakwah menjadi kegiatan yang ditinggalkan oleh masyarakat dekade ini. Masyarakat hari ini telah disibukkan dengan kegiatan mencari uang. Maka, kemuduran ummat dapat dilihat dari jumlah pemeluk agama Islam. “Jika dulu, 90 persen penduduk Indonesia beragama Islam, sekarang berapa? “ pertanyaan retoris beliau kepada para santri.

“Kemudian lihat juga masjid-masjid yang berda di sekitar kita. Masjid-masjid di masyarakat kita umumnya bagus-bagus, indah, elegan, namun coba lihat pula yang melakukan sholat berjamaah di dalamnya. Berapa? Begitu pula dengan Al-Qur’an. Tiap saat terbit cetakan baru dengan desain selalu baru. Namun, berapa banyak ummat yang saat ini gemar membaca Al-Qur’an?“ tambah beliau.

Masih menurut beliau, hadirnya pesantren Darunnajah Cipining dengan dedikasinya di jalan dakwah, semoga menjadi basis dakwah Islam. Pesantren memliki lembaga pendidikan SMP dan SMK, mereka juga berkurikulum agama yang juga memiliki kewajiban berdakwah.

Maka, tips sukses bersafari dakwah adalah melakukan kebiasaan-kebiasaan selama di pesantren, di antaranya adalah melaksanakan sholat secara berjamaah di masjid. Menampilkan kehidupan islami seperti di pesantren, berakhlakul karimah dan menghidupkan sunnah hasanah. Beliau yakin, jika sunnah hasanah ini diikuti oleh masyarakat, maka pahala santri akan selalu mengalir seperti pahala masyarakat yang mengerjakan sunnah tersebut.

“Man dalla ‘ala khoirin, falahu mislu ajri fa’ilihi” ungkap beliau menyitir sabda Rasul Riwayat Muslim, Ahmad, Ibn Majah dan an-Nasa’i.

Tips lainnya adalah, beliau mengajarkan agar para santri menjadi tamu yang baik. Tidak menjadi beban bagi ahlu bait (rumah yang ditempati), dan masyarakat. Kemudian semua disiplin yang ada di pesantren tetap dijalankan selama di lokasi safari dakwah. Serta, jurus untuk mendapatkan dan menyelesaikan semua tugas dan permasalahan adalah musyawarah. Maka, musyawarah seharusnya menjadi agenda secara berkala agar selama pelaksanaan safari dakwah dapat sukses.

Bapak Kyai juga menitipkan salam untuk disampaikan kepada para ahlul bait, para tokoh masyarakat karena tidak dapat secara langsung mengiringi mereka. Di akhir taujihat, beliau mengajak kepada seluruh santri dan guru pembimbing guna berd’a bersama untuk kelancaran event ini. Semoga selama safari dakwah, para santri diberikan kesehatan, kemudahan, keselamatan dan kegiatan ini menjadi amal sholeh. Amin. Selamat berjuang para santri, ‘Isy kariman aumut syahidan!!! (wardan/Billah)