Pilah-Pilihlah Teman Yang Baik

 

Pilah-Pilihlah Teman Yang Baik
Pilah-Pilihlah Teman Yang Baik

setiap detik, setiap menit, setiap jam, Setiap hari, dan setiap kapanpun itu kebersamaan selalu ada dalam kegiatan apapun itulah yang selalu di rasakan dan di jalani para Santri dipondok pesantren yang mereka didlalamnya menimba dan menuntut ilmu hingga kelak mereka lulus dari pesantren yang mereka menimba ilmu didalamnya, namun kenangan akan selalu mereka ingat sampai kapanpun itu sampai-sampai kebersamaan membuat mereka menjadi seperti saudara kandung yang seakan-akan tak terpisahkan oleh ruang maupun waktu. Sakit mereka rasakan bersama, sedih pun mereka rasakan bersama, dan senang mereka juga rasakan bersama dengan kebersamaan yang terjalin selama bertahun-tahun dipondok pesantren. Seakan mereka seperti tubuh yang satu apabila salah satu dari tubuh itu sakit maka akan merasakan sakit semua anggota tubuh tersebut dan apabila tak ada kesakitan dalam tubuh tersebut maka senang dan bahagialah karena mereka mampu meakukan aktivitas seperti biasa.

“Perumpamaan persaudaraan kaum muslimin dalam cinta dan kasih sayang di antara mereka adalah seumpama satu tubuh. Apabila satu anggota tubuh sakit maka mengakibatkan seluruh tubuh menjadi demam dan tidak bisa tidur.” (HR Muslim)

Dalam sebuah persahabatan apabila melebihi batas waktu dari 3 tahun bersama maka mereka bagaikan saudara sendiri karena mereka tahu tentang seluk beluk pada diri temanya tersebut, dan carilah teman yang baik karena sebaik-baiknya teman adalah mereka yang baik terhadap temanya, teman yang beriman kepada allah dan hari akhir dan teman yang memiliki ilmu pengetahuan yang ilmu tersebut ia sebar luaskan kepada orang-orang haus akan ilmu pengetahuan.

Teman yng baik akan membawa seseorang menuju kebaikan dan seorang teman yang tidak baik atau buruk akan memebawa seseorang menuju keburukan pula, bagaikan seseorang sering bersama dengan tukang minyak wangi maka ia akan tercium wangi seperti tukang minyak wangi itu dan apabila kita bersama-sama dengan tukang dengan sate maka kita akan terbawa bau asap seperti tukang sate tersebut. Maka dari itu carilah teman yang baik karena teman tersebut akan membawamu menuju kebaikan pula entah untukmu atau untuk orang lain tapi yang jelas apabila kita berteman denangan orang baik maka kita kena imbas baiknya juga, dan carilah teman seorang muslim karena apabila kita berteman dengan orang yang selain non muslim dikhawatirkan akan membawa seseorang tersebut keluar dari muslimnya maka kita sebagai umat muslim harus hati-hati dalam memilah dan memilih teman karena temanmu yan akan membawamu kemanapun ia pergi.

“Teman yang paling baik adalah apabila kamu melihat wajahnya, kamu teringat akan Allah, mendengar kata-katanya menambahkan ilmu agama, melihat gerak-gerinya teringat mati. Sebaik-baik sahabat di sisi Allah ialah orang yang terbaik terhadap temannya dan sebaik-baik tetangga di sisi Allah ialah orang yang terbaik terhadap tetangganya.”(HR. Hakim)

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْمِسْكِ ، وَكِيرِ الْحَدَّادِ ، لاَ يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ الْمِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيهِ ، أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ ، وَكِيرُ الْحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ أَوْ ثَوْبَكَ أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَةً

Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang sholih dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat bau   Setiap detik, setiap menit, setiap jam, Setiap hari, dan setiap kapanpun itu kebersamaannya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak.” (HR. Bukhari no. 2101, dari Abu Musa)

Dalil alqur’an

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لا يَأْلُونَكُمْ خَبَالا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الآيَاتِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.” (QS. Ali Imran[3]: 118)

 

Jadi kita sebagai umat islam haruslah pintar-pintar  memilih teman karena teman kita bisa membawa kita tergantung dengan apa yang ia memiliki