Pada Jumat, 13 Februari 2026, peserta dauroh Bahasa Arab ke-9 mengunjungi Museum Manuskrip Al-Qur’an di bawah Masjid Nabawi, Madinah. Museum ini menyimpan koleksi manuskrip Al-Qur’an langka.
Museum tersebut merupakan destinasi wisata religi penting di Madinah, menampilkan manuskrip dari abad ke-7 hingga ke-14 dengan gaya tulisan Kufi dan Naskhi. Kunjungan dimulai sekitar pukul 06.00.
Koleksi utama museum ini mencakup manuskrip Al-Qur’an dari zaman Khalifah Utsman bin Affan, serta Era Abbasiyah, Ottoman, hingga salinan mushaf Utsmani. Semuanya sangat bersejarah.
Selain itu, pengunjung juga dapat melihat alat tulis yang digunakan untuk menyalin Al-Qur’an, ornamen mimbar, pintu-pintu lama Masjid Nabawi, serta lampu gantung bersejarah.
Museum ini menampilkan diorama kehidupan masyarakat Madinah, yang mengangkat berbagai koleksi peninggalan sejarah terkait Nabi Muhammad SAW dan perkembangan Islam. Pengunjung dapat menikmati pemanduan.
Pada jam operasionalnya, museum dibuka dua kali sehari: dari pukul 06.00 hingga 14.00 dan 16.00 hingga 21.00. Museum tutup selama waktu shalat, memberikan waktu hening.
Peserta dauroh sangat antusias mengikuti tur museum, yang memberikan wawasan tentang sejarah Al-Qur’an, kehidupan Nabi Muhammad SAW, serta transformasi arsitektur Masjid Nabawi sepanjang masa.
Para peserta juga berkesempatan untuk mengunjungi Masjid Bilal bin Rabbah, yang memiliki nilai historis mendalam bagi umat Islam di Madinah.
Kunjungan ini memperkaya pengalaman peserta dauroh dalam mempelajari bahasa Arab sekaligus memperdalam pengetahuan sejarah Islam, meningkatkan kecintaan terhadap warisan budaya Islam.
Acara tersebut diharapkan menjadi langkah penting dalam membangun koneksi spiritual dan intelektual bagi para peserta dauroh untuk terus mendalami ilmu agama dan bahasa.




