Pesantren untuk Keluarga di Leuwiliang dan Nanggung yang Tinggal Sangat Dekat

Leuwiliang dan Nanggung bukan nama yang sering muncul dalam percakapan tentang pendidikan di Jabodetabek. Dua kecamatan ini terletak di bagian barat Kabupaten Bogor — area yang lebih dikenal dengan persawahan dan perbukitannya daripada sekolah-sekolahnya. Tapi justru dari sini, ada pesantren yang jaraknya begitu dekat sehingga kadang terasa seperti ada di halaman belakang sendiri.

Dari Leuwiliang dan Nanggung, berapa jauh ke pesantren?

Dari Leuwiliang, pesantren di dataran tinggi Bogor Barat bisa dijangkau dalam waktu lima belas sampai dua puluh menit. Lima belas menit. Itu mungkin waktu tersingkat dari mana pun di Jabodetabek ke pesantren ini.

Dari Nanggung yang terletak lebih ke selatan, jaraknya sedikit lebih jauh — sekitar tiga puluh sampai empat puluh menit lewat jalur yang melewati area pedesaan. Jalannya sudah cukup baik meskipun lebih kecil dari jalan provinsi utama.

Bagi keluarga di dua kecamatan ini, pesantren bukan pilihan yang jauh. Ini pilihan yang benar-benar di depan mata — begitu dekat sehingga kadang justru tidak terlihat.

Kenapa keluarga yang tinggal sangat dekat kadang justru tidak tahu?

Alasannya menarik. Keluarga di Leuwiliang dan Nanggung sering berpikir bahwa pesantren berkualitas pasti ada di kota — di Bogor Kota, di Jakarta, atau di Jawa Timur. Mereka tidak menyangka bahwa pesantren dengan banyak santri, kurikulum bilingual, dan fasilitas lengkap ternyata ada di kecamatan sebelah.

Informasi kadang justru sampai dari luar. Seorang keluarga di Jakarta yang sudah mendaftarkan anaknya bercerita ke saudara di Leuwiliang. Saudara itu kaget — selama ini tidak tahu ada pesantren besar yang begitu dekat dari rumahnya.

Ini fenomena yang umum. Kadang kita mencari ke mana-mana, padahal yang dicari ada di dekat sini.

Apa yang ada di pesantren itu?

Di Bogor Barat — kecamatan tetangga Leuwiliang — ada pesantren yang berdiri sejak lebih dari tiga dekade lalu. banyak santri dari seluruh Indonesia tinggal dan belajar di sana. Kurikulumnya memadukan ilmu agama dan umum tanpa sekat. Bahasa Arab dan Inggris jadi bahasa percakapan harian.

Kampus putra putri terpisah total. Fasilitas lengkap dari masjid, asrama, laboratorium, perpustakaan, sampai kolam renang dan klinik kesehatan. Wali kamar mendampingi santri sepanjang hari. Ijazah diakui Kemenag dan Kemendikbud.

Tidak sempurna. Masih banyak yang dikerjakan. Tapi bagi keluarga yang jaraknya lima belas menit — datang dan lihat sendiri mungkin hal termudah yang bisa dilakukan hari ini.

Apa keuntungan tinggal sangat dekat dengan pesantren?

Keluarga di Leuwiliang dan Nanggung punya keuntungan yang tidak dimiliki keluarga mana pun di Jabodetabek: mereka bisa bertemu anak hampir kapan saja. Lima belas menit bukan jarak — itu perjalanan ke pasar terdekat.

Itu juga berarti proses adaptasi anak bisa lebih tenang. Kalau di minggu-minggu awal anak masih rindu rumah, orang tua bisa datang dengan cepat. Tidak perlu cuti kerja, tidak perlu menginap. Cukup datang, temui anak sebentar, lalu pulang.

Kedekatan ini juga memudahkan keterlibatan keluarga dalam kegiatan pesantren. Acara besar, hari besuk, atau undangan dari pesantren — semuanya bisa dihadiri tanpa perlu perencanaan besar.

Mau lihat langsung?

Darunnajah 2 Cipining terletak di Bogor Barat. Dari Leuwiliang, hanya lima belas menit. Dari Nanggung, sekitar tiga puluh menit.

Hubungi WhatsApp 0812111180 untuk bertanya atau datang langsung. Pesantren terbuka untuk dikunjungi kapan saja pada jam yang sudah ditentukan.