Di Alam Sutera dan Gading Serpong, hampir semua kebutuhan tersedia dalam jarak dekat. Sekolah, rumah sakit, pusat perbelanjaan — semuanya bisa dijangkau dalam hitungan menit. Tapi ketika obrolan tentang pesantren mulai muncul di ruang keluarga, satu pertanyaan biasanya langsung mengikuti: seberapa jauh pesantrennya?
Apakah keluarga di Alam Sutera dan Gading Serpong punya pilihan pesantren yang dekat?
Pertanyaan itu wajar. Keluarga yang terbiasa hidup di kawasan yang serba terjangkau tentu tidak ingin anaknya mondok di tempat yang membutuhkan perjalanan setengah hari. Apalagi kalau harus melewati kemacetan Jakarta setiap kali ingin menjenguk.
Tapi ada satu hal yang mungkin belum banyak diketahui.
Dari Alam Sutera atau Gading Serpong, kalau kita ambil arah barat menuju Parung Panjang, ada pesantren di dataran tinggi Kabupaten Bogor yang jaraknya tidak lebih dari satu jam perjalanan. Rutenya tidak melewati Jakarta sama sekali. Tidak ada tol yang macet. Tidak ada persimpangan besar yang bikin stres.
Jalannya lurus ke arah barat, melewati area pedesaan yang tenang, sampai perlahan ketinggian bertambah dan udara mulai berubah.
Lewat mana rutenya dari Gading Serpong dan Alam Sutera?
Dari Gading Serpong, jalur yang paling banyak digunakan adalah lewat Jalan Raya Cisauk menuju Parung Panjang. Jalan ini relatif lebar dan sepi di luar jam kantor. Setelah melewati Parung Panjang, kita lanjut ke arah Leuwiliang dan Bogor Barat.
Dari Alam Sutera, rutenya sedikit berbeda di bagian awal tapi bertemu di titik yang sama. Kita bisa keluar lewat akses Serpong, bergabung di jalur menuju Parung Panjang, dan dari sana perjalanannya identik.
Kondisi jalannya sudah beraspal bagus hampir di seluruh rute. Ada beberapa ruas yang melewati persawahan dan kebun — pemandangan yang sangat berbeda dari deretan ruko dan mall yang biasa kita lihat setiap hari. Bagi anak-anak yang ikut survei bersama orang tuanya, perjalanan ini sendiri sudah jadi pengalaman baru.
Bagi yang terbiasa naik KRL, ada pilihan lain. Dari Stasiun Cisauk yang letaknya dekat Gading Serpong, kita bisa naik kereta ke arah Parung Panjang. Dari sana, perjalanan lanjutan ke pesantren bisa ditempuh dengan kendaraan dalam waktu singkat.
Apa yang membuat keluarga di kawasan ini mulai melirik pesantren?
Kawasan Alam Sutera dan Gading Serpong adalah area yang berkembang pesat. Pilihan sekolah di sana sangat banyak — dari sekolah nasional, nasional plus, sampai internasional. Tapi ada sesuatu yang kadang terasa kurang.
Beberapa keluarga menyebut soal lingkungan. Di tengah kota yang padat dan penuh distraksi digital, mereka mulai bertanya-tanya: apakah ada cara lain untuk mendidik anak? Bukan berarti sekolah yang ada tidak bagus. Bukan itu. Tapi ada kebutuhan yang mungkin tidak bisa dipenuhi hanya dengan enam atau delapan jam di sekolah lalu pulang ke rumah.
Pesantren menawarkan sesuatu yang berbeda. Pendidikan dua puluh empat jam. Ibadah yang jadi bagian dari keseharian, bukan sekadar pelajaran agama dua jam seminggu. Kemandirian yang terbentuk bukan dari teori, tapi dari mencuci baju sendiri, mengatur waktu sendiri, dan hidup bersama ribuan orang yang sebelumnya tidak dikenal.
Kita tidak sedang bilang satu pendekatan lebih baik dari yang lain. Setiap keluarga punya jalan masing-masing. Tapi bagi yang sudah mulai berpikir ke arah sana, mengetahui bahwa pesantren berkualitas ada dalam jarak jangkau — itu informasi yang berguna.
Seperti apa pesantren yang dimaksud?
Pesantren ini berdiri sejak lebih dari tiga dekade lalu. Udaranya sejuk sepanjang tahun. Lingkungannya hijau dan luas — sangat kontras dengan kawasan perkotaan yang padat.
Di dalamnya, santri menjalani kurikulum yang memadukan ilmu agama dan ilmu umum secara utuh. Pagi belajar tafsir dan fiqh, siang lanjut dengan fisika dan bahasa Inggris. Bahasa Arab dan Inggris digunakan aktif dalam percakapan sehari-hari, bergantian setiap pekan.
Kampus putra dan putri terpisah sepenuhnya. Ada klinik kesehatan yang beroperasi setiap hari, wali kamar yang tinggal di lingkungan yang sama dengan santri, dan fasilitas olahraga mulai dari lapangan sampai kolam renang.
Ijazahnya diakui Kemenag dan Kemendikbud. Lulusannya bisa mendaftar ke perguruan tinggi negeri mana pun.
Tapi tentu, seperti semua lembaga pendidikan, pesantren ini juga punya keterbatasan. Masih banyak hal yang terus dikembangkan. Tidak ada yang sempurna — dan mengklaim sebaliknya justru tidak jujur.
Bagaimana keluarga di Alam Sutera dan Gading Serpong biasanya memulai?
Langkah pertama biasanya sederhana. Survei di akhir pekan. Berangkat pagi dari rumah, sampai di pesantren sebelum siang, lihat langsung suasananya, bicara dengan pihak pesantren, lalu pulang sore hari. Satu hari, tanpa perlu menginap.
Banyak yang bilang, keputusan tidak langsung jatuh saat itu juga. Perlu waktu untuk berpikir. Perlu obrolan lagi di rumah. Itu sangat wajar.
Tapi yang sering terjadi adalah ini: begitu melihat langsung, banyak hal yang tadinya hanya ada di kepala sebagai kekhawatiran mulai terjawab satu per satu. Bukan karena diyakinkan oleh presentasi atau brosur, tapi karena melihat sendiri bagaimana santri beraktivitas, bagaimana ustaz menyapa, dan bagaimana udara di sana terasa berbeda dari udara di rumah.
Kalau penasaran, dari mana mulainya?
Darunnajah 2 Cipining terletak di dataran tinggi Bogor Barat. Dari Alam Sutera dan Gading Serpong, jaraknya kurang dari satu jam lewat jalur Parung Panjang tanpa harus melewati kemacetan kota.
Untuk yang ingin bertanya atau merencanakan kunjungan, bisa langsung menghubungi WhatsApp 0812111180. Tidak perlu ragu untuk sekadar bertanya — tidak ada kewajiban apa pun.