Berpisah dari ibu untuk pertama kalinya selama berminggu-minggu adalah momen yang sangat berat — bukan hanya bagi anak, tapi juga bagi ibunya. Untuk anak yang sangat dekat dengan ibunya dan belum pernah menginap di tempat lain, pesantren bisa terasa seperti dunia yang sangat asing di awal.
Apakah anak seperti ini bisa bertahan di pesantren?
Sebagian bisa. Banyak yang awalnya menangis setiap malam tapi setelah beberapa minggu mulai menemukan temannya dan perlahan terbiasa. Ada yang prosesnya cepat — satu atau dua minggu sudah mulai nyaman. Ada yang butuh waktu berbulan-bulan.
Tapi ada juga yang memang belum siap. Anak yang terus-menerus menangis setelah berminggu-minggu, yang kesehatannya menurun karena stres, atau yang menunjukkan tanda-tanda yang mengkhawatirkan — mungkin memang belum waktunya. Dan membawa anak pulang dalam situasi seperti itu bukan kegagalan — itu kebijaksanaan.
Apa yang bisa dilakukan untuk mempersiapkan?
Mulai dari hal kecil jauh sebelum mondok. Biarkan anak menginap di rumah saudara atau teman selama satu atau dua malam. Biasakan anak mengurus hal-hal dasar sendiri. Dan yang paling penting — jangan membuat anak merasa bahwa mondok adalah hukuman atau pembuangan. Sampaikan sebagai kesempatan, dengan jujur tentang tantangan yang akan dihadapi.
Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining punya wali kamar yang mendampingi santri di asrama. Tapi kami jujur bahwa pendampingan di awal-awal mondok masih menjadi area yang terus kami perbaiki. Hubungi lewat WhatsApp 0812111180 untuk berdiskusi tentang kesiapan anak.