Pesan Pak Kyai Untuk Para Santri
Menu

Pesan Pak Kyai Untuk Para Santri

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

“Kenapa orang tua menyekolahkan kalian ke pesantren?” Tanya pengasuh pesantren Darunnajah Cipining, KH Jamhari Abdul Jalal, Lc di depan seluruh santriwan-santriwati saat pembekalan dan bimbingan terakhir sebelum liburan Idul Fitri 1431 H, Ahad (29/8), di masjid jami’ Darunnajah cipining.

blankPertanyaan tersebut mendapatkan berbagai jawaban dari para santri. Namun satu jawaban yang paling tepat menurut beliau adalah agar para santri tersebut menjadi anak yang sholeh. Maka, Pak Kyai kemudian bertanya kembali. “Apa ciri atau tanda anak-anak yang sholeh itu?”

Berbagai jawaban kembali dilontarkan santri. Diantaranya ialah berbakti kepada orang tua, melaksanakan perintah orang tua, berbuat baik kepada kedua orang tua, mendoakan keduanya dan beberapa jawaban lain yang berkaitan dengan sikap kepada orang tua. Mendapati  jawaban ini, Pak Kyai setuju lalu kembali melanjutkan tausiyah beliau.

Dalam paparannya, beliau sangat berharap agar para santri sekembalinya dari pesantren tetap membawa kebiasaan  dan sunnah-sunnah pesantren, seperti sholat berjama’ah dan tarawih, tadarrus Al-Qur’an, saat sahur dibarengi dengan sholat malam seperti tahajud, hajat dan lainnnya, jangan tidur kembali. “Saya berharap, kalian bangun terlebih dahulu kemudian membangunkan orang tua buat sahur. Jangan malah kalian yang dibangunin buat sahur…malu donk!” tegas beliau

Beliau juga menginginkan agar para santri berperan aktif dalam meringankan beban kedua orang tua pada segala hal. Mencuci pakaian, mencuci piring, mengepel lantai, memasak, dan pekerjaan lainnya. Jangan justru menjadi penambah beban orang tua. Jangan juga bingung hendak melakukan apa. “Jangan menjadi orang asing di rumah sendiri. Lakukanlah apa yang bisa kamu lakukan!”

blank

Kemudian terkait dengan bulan Ramadhan, Pak Kyai juga mengingatkan bahwa santri liburan pada saat yang paling inti dalam bulan Ramadhan, yaitu 10 hari terakhir. Pada 10 hari tersebut, beliau mengatakan bahwa di dalamnya terdapat  1 malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu malam Lailatul Qodr. Dan malam ini hendaknya menjadi malam impian yang harus diraih oleh setiap santri. Maka, beliau mengharapkan agar santri banyak-banyak melakukan ibadah terutama pada malam-malam ganjil.

Semangat inilah yang beliau tularkan kepada para santri untuk meraih derajat taqwa sebagaimana disinyalir dalam Surat Al-Baqoroh 183 yang membicarakan tentang puasa. Beliau tampak sungguh-sungguh dan penuh penekanan.

Diujung taujihadnya, beliau mengeksplorasi kembali terkait visi Darunnajah Cipining yang terakronim dalam kata IMAMA sebagaimana dalam doa memohon kebaikan dari istri, keturunan dan menjadi pemimpin umat. IMAMA dalam penjabarannya adalah Imam, Muttaqien, Alim, Mubaligh, dan Amil. Pada tataran konsep inilah, pesantren yang diasuh beliau terus menggelindingkan program dan dakwah sebagai sarana pembangunan ummat dengan pondasi pendidikan pesantren yang berkarakter. (Wardan/Billah)

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

blank
Pondok Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14 Serang Banten

Idul Adha Di Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14

Pada perayaan Hari Raya Idul Adha 1441 H, Pondok Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14 melaksanakan kurban dengan menyembelih sebanyak 2 ekor sapi dan 28 ekor

blank
Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta

Peran Orang Tua Dalam Pembelajaran Jarak Jauh

Adanya Pandemi Covid-19 mengharuskan para anak-anak harus mengikuti pembelajaran jarak jauh, dengan begitu dukungan orang tua atau wali murid menjadi sangat penting bagi keberlanjutan pendidik