blank

PESAN KESAN WISUDA SANTRI TAHUN 2009

PESAN KESAN WISUDA SANTRI TAHUN 2009

blank

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email
Share on telegram

Kamis (21/05), Pesantren Darunnajah Cipining menyelenggarakan wisuda santri tahun 2009 untuk angkatan yang ke-16. Angkatan yang bernama Al-Muqtasida ini sebanyak 106 santri yang terdiri dari putra-putri asrama dan nonasrama. Bertindak sebagai pemandu acara yang akrab disebut dengan ‘Haflah Takhrij’ ini, Ustadz Septa Candra dan Ustadz Fahmi Dzikrillah yang sebelum membuka acara, memanggil para calon alumni yang berstelan jas hitam untuk putra serta berkebaya ungu bagi putri untuk memasuki ruang wisuda.

Setelah pembukaan, calon wisudawan bernama Rofiqul Ummat membacakan ayat 9 s.d. 11 pada surat Al-Mujadilah. Selanjutnya sambutan dari calon wisudawan putra yang diwakili oleh Yusep Supriatna. Santri penerima beasiswa pertukaran antarpelajar di Amerika Serikat tahun 2007 ini menyampaikan sambutan berbahasa Inggris dan dilanjutkan dengan berbahasa Arab oleh Syarah Syaepiana. Keduanya mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pimpinan pesantren dan jajaran dewan guru yang telah mendidiknya selama ini serta memohon maaf bila dalam masa belajar mereka membuat berbagai macam kesalahan.

Melanjutkan sambutan berikutnya dari wali calon wisudawan yang diwakili oleh Drs. Sulaiman Ma’ruf wali dari Asma Munadiyah. Memulai sambutan, wali yang juga pimpinan pesantren Darul Istiqomah Serang ini berterus terang kepada hadirin bahwa beliau adalah salah seorang murid dari Ustadz Jamhari Abdul Jalal, Lc sewaktu di Gontor dulu. Tepatnya ketika berada di kelas 2C.

Beliau menghimbau kepada para calon wisudawan agar terus mengingat pesan-pesan guru sehingga mereka dapat berkiprah di masyarakat serta berharap Darunnajah tetap membimbing mereka meskipun telah menjadi alumni. Dalam penutup, rasa gembira dan bangga dari lubuk hatinya yang terdalam tidak bisa beliau tutupi menyaksikan putri dan rekan-rekannya menjadi wisudawan pada hari itu. Sebagai rasa syukur, beliau berkomitmen akan selalu mendoakan Darunnajah agar tetap eksis dan berkembang sesuai yang diharapkan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, kepala MA juga mengungkapkan bahwa MA Darunnajah memiliki banyak keunggulan (plus) yang hal ini tidak dimiliki oleh sekolah lain. Maka tidak ada ruginya bila para orang tua menyekolahkan anak-anaknya di MA Darunnajah. Dan beliau juga mengucapkan banyak terima kasih kepada para wali santri yang telah mempercayai MA Darunnajah sebagai tempat pendidikan putra-putrinya sehingga dapat diwisuda dalam kesempatan itu. Tidak lupa, ustadz asal Palembang ini menceritakan lika-liku perjuangan dan pengorbanan calon wisudawan di akhir masa belajar dari Praktik Da’wah dan Pengembangan Masyarakat (PDPM), pergantian pengurus, amaliah tadris hingga saat-saat menghadapi UN. Berbagai upaya telah dilakukan dari bimbingan belajar setiap hari, try out, hingga sholat tahajud dan muhasabah selalu mewarnai hari-hari mereka.

Sementara itu, dalam sambutannya, Direktur TMI sekilas menjelaskan tentang selayang pandang profil TMI kepada para hadirin. Beliau mengungkapkan eksistensi lembaga pendidikan TMI Darunnajah Cipining hingga hari ini. Banyak yang telah dilakukan dan dicapai oleh lembaga ini terkait dengan visi-misinya terhadap dunia pendidikan di Indonesia khususnya Jawa Barat. Selanjutnya beliau mengumumkan hasil ujian pesantren (niha’i) sebagai tolok ukur pendidikan di Pesantren Darunnajah yang dilaksanakan serempak seusai UN. Di akhir sambutan, ustadz yang akrab disebut dengan Abu Mujahid ini menitipkan pesan agar wisudawan-wisudawati terus mengamalkan ilmunya sebagai representasi dari visi misi Darunnajah. Beliau mengutip pepatah yang berbunyi ‘Ilmu yang tidak diamalkan ibarat pohon tanpa buah’.

Pimpinan pesantren Darunnajah Cipining kembali menekankan kepada semua yang hadir tentang platform Darunnajah yang ingin menjadikan dan menciptakan anak sholeh dan sholehah. Karenanya, Pak Kyai memohon kepada semua pihak, terutama wali santri untuk mendukung program ini meskipun para santri ini telah usai pendidikannya di Darunnajah Cipining. “Kalau di pesantren, anak-anak ini rajin sholat berjama’ah, saya mohon kepada Bapak dan Ibu sekalian untuk tetap mengawasi dan mengajak mereka berjama’ah. Jangan malah di rumah dibiarkan saja. Sehingga seminggu di rumah, mereka sudah tidak kenal jama’ah lagi” tegas beliau serius.

Terkait dengan hasil ujian niha’i, Ustadz lulusan Ummul Qurro Mekkah ini menyatakan bahwa prestasi anak-anak dalam belajar ini pasti berbeda. Di sekolah manapaun pasti ada yang menempati peringkat pertama dan seterusnya, begitu pun di DarunnajahCipining ini. Namun kelebihan Darunnajah Cipining adalah pesantren ini selalu mengupayakan prestasi-prestasi lain yang dimiliki oleh setiap santri. Maka dalam prosesi wisuda, selain diumumkan prestasi akademik santri, diumumkan pula prestasi nonakademik santri.

Amanat Bapak Kyai, agar para alumni nanti sekembalinya dari pesantren tetap mau belajar. Belajar dengan berbagai cara yang mungkin dan bisa dilakukan. Belajar tidak terbatas di kelas, tapi belajar dengan banyak cara, banyak guru, dan banyak hal yang ada di sekitarnya. Di akhir sambutan, beliau juga mengingatkan kepada hadirin tentang Darunnajah Cipining sebagai ‘laboratorium khoiru ummah’ berbasis kurikulum Islam kaaffah yang memiliki visi berkonsep IMAMA. IMAMA merupakan akronim dari Imam, Muttaqien, Alim, Muballigh, dan Amil. Hal ini secara implisit dan eksplisit membentuk kepribadian muslim yang utuh sebagai kholifah dan seorang muslim yang bertanggung jawab atas keislaman lingkungan dimana dia tinggal. Fii ayyi ardhin tatho’ fa anta masulun bi islaamiha…..

Sebagai sambutan penutup, Kepala Bidang Pekapontren Propinsi Jawa Barat, H. Ahmad Sukandar, M.Ag. yang bersedia hadir dalam wisuda santri tersebut sekaligus mewakili Kepala Kantor Wilayah Jawa Barat, memulai dengan memberikan apresiasi dan atensi terhadap Darunnajah Cipining. “Saya sangat senang dan gembira karena dapat melihat secara langsung pendidikan Darunnajah Cipining yang saat ini tergambar dari berbagai prestasi para santri dalam wisuda kali ini” tutur beliau memuji.

Selanjutnya beliau sedikit memberikan orientasi tentang prospek pesantren dalam kancah kehidupan masyarakat dewasa ini. Menurut beliau, pesantren memiliki kekuatan pendidikan pembiasaan pada ranah aplikatif dari ajaran Islam, bukan terbatas pada doktrin islamisme yang menjadi diskurus semata bagi para pemeluknya. Hal ini dimaknai dengan harapan sosial yang kemudian pesantren dapat berfungsi sebagai media pemelihara tradisi-tradisi keislaman serta media pencetak ulama dan pemimpin sesuai dengan visi Darunnajah yang diungkapkan Pimpinan Darunnajah Cipining.

Menguatkan amanat Pimpinan Darunnajah Cipining, Bapak Sukandar juga mendorong santri agar melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Di akhir kata, beliau mengucapkan selamat kepada para santri yang diwisuda dan kepada wali santrinya. Selamat!….

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah