Pesan dan Nasihat Pimpinan Pesantren pada Orientasi Santri Baru Darunnajah Pesan dan Nasihat Pimpinan Pesantren pada Orientasi Santri Baru Darunnajah

Pesan dan Nasihat Pimpinan Pesantren pada Orientasi Santri Baru Darunnajah

Pada hari Ahad , 02 Agustus 2026 Darunnajah menggelar Acara Orientasi Wali Santri dan Santriwati Baru Tahun Ajaran 2026/2027 yang bertempat di GOR (Gedung Olahraga) Pondok Pesantren Darunnajah. Acara berlangsung pukul 07.50–08.35 WIB dan dihadiri para wali santri santri baru jenjang TMI (Tarbiyatul Mu’allimin/Mu’allimat Al-Islamiyah).

Pada kesempatan ini,. Kyai Sofwan Manaf, M.Si., selaku Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta menyampaikan sejumlah pesan dan nasihat penting kepada para wali santri baru dalam acara Orientasi Wali Santri dan Santriwati Baru Tahun Ajaran 2026/2027. Acara berlangsung pukul 07.50–08.35 WIB dan dihadiri para wali santri santri baru jenjang TMI (Tarbiyatul Mu’allimin/Mu’allimat Al-Islamiyah).

Pesan dan Nasihat Pimpinan Pesantren pada Orientasi Santri Baru Darunnajah

Dalam sambutannya, Kyai Sofwan Manaf, M.Si membuka acara dengan menyentuh perasaan para wali santri yang baru pertama kali melepas anaknya mondok. beliau menyebut kegelisahan semalam suntuk itu bukan kelemahan, melainkan tanda cinta yang sedang “naik kelas”, dari cinta yang memeluk menjadi cinta yang melepas.

Kyai Sofwan menegaskan status tanah pesantren sebagai wakaf dari K.H. Abdul Manaf Mukhayyar sejak dirintis tahun 1938, sehingga iuran bulanan santri bukanlah biaya sewa maupun jasa, melainkan iuran bersama yang juga membiayai pendidikan santri yatim dan dhuafa tanpa perbedaan perlakuan.

Beliau juga menjelaskan konsep pendidikan 24 jam yang menjadi ciri khas pesantren, jauh melampaui tujuh jam pembelajaran formal di kelas. Lima nilai utama yang disebut Panca Jiwa. Yaitu Keikhlasan, Kesederhanaan, Kemandirian, Ukhuwah Islamiyah, dan Bebas Merdeka. Kelima nilai ini ditanamkan sebagai fondasi karakter santri selama enam tahun pendidikan.

Terkait kedisiplinan, Pimpinan Pesantren memaparkan sistem poin pelanggaran yang diterapkan secara adil dan transparan. Ia secara khusus meminta para wali santri untuk tidak melakukan lobi ketika anaknya terkena sanksi, karena hal itu justru mengajarkan pelajaran yang keliru kepada anak.

Sebagai penutup, disampaikan pula singkatan TITIP (Tega, Ikhlas, Tawakal, Ikhtiar, Percaya) sebagai lima sikap yang perlu dimiliki orang tua santri, serta sejumlah pengingat teknis seperti larangan telepon genggam sejak 1997, jadwal kunjungan, dan sistem pembayaran nontunai melalui Virtual Account.

Acara ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan dan penjagaan Allah bagi para santri baru selama menempuh pendidikan di Darunnajah.