div>
a href=”http://darunnajah.com/wp-content/uploads/2011/01/penampilan-ppm-almanshur3.jpg”>img class=”alignleft size-medium wp-image-487″ title=”penampilan-ppm-almanshur” src=”http://darunnajah3.com/wp-content/uploads/2011/01/penampilan-ppm-almanshur3-300×164.jpg” alt=”” width=”300″ height=”164″ />/a>CINANGKA/dn3.com – Acara yang kami nanti telah tiba, namun kami tidak ingin berpisah dengan masyarakat dan anak didik kami adalah acara penutupan atau perpisahan peserta Praktek Pengabdian Masyarakat (PPM) santri Pondok Pesantren Al-Manshur Darunnajah 3 Serang, Banten dengan masyarakat. Pagi hari kurang lebih pukul 08.00 wib, acara kami buka dengan pukulan-pukulan marawis dan lantunan lagu-lagu arab yang dibawakan oleh peserta PPM.
Setelah marawis selesai, acara dibuka denan bersama-sama membaca lafadz al-basmalah yang di pandu oleh dua orang MC yang merupakan peserta ppm, acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari tokoh masyarakat, ketua pelaksana, kepala desa sampai pimpinan pondok.
Acara yang kami tunggu adalah penampilan dari anak didik kami, penampilan yang disajikan tidak jauh berbeda dengan dengan penampilan-penampilan yang disajikan atau dipentaskan di pondok kami, seperti tari daerah, drama, pidato tiga bahasa, qosidah, marawis, nasyid, hingga tapak suci.
blockquote>Rasanya hari ini adalah hari dimana kami dipisahkan dengan keluarga kami./blockquote>
Di tengah penampilan drama cabaret yang diperankan oleh anak-anak didik kami dari desa pemantang buah, tiba-tiba kami, anak didik kami , hingga warga, meneteskan air mata, setelah mendengar lagu yang ada dalam rekaman itu. Air mata kami menetes perlahan diwajah, tak terasa kami menahannya, begitupun warga yang tidak ingin berpisah dengan kami. Apalagi suara tangisan dari anak didik kami yang menderu-deru. Tidak ingin kehilangan kakak-nya. Perasaan sedih dan haru pun ditambah dengan guyuran-guyuran hujan yang cukup deras seakan cuacapun mendukung dengan suasana yang kami rasakan. Kami mencoba mendiamkan anak-anak didik kami yang menangis meraung-raung.
Acara selesai kurang lebih pukul 11.45 wib dan dilanjutkan dengan jabat tangan dari peserta Praktek Pengabdian Masyarakat kepada masyarakat, dengan tetesan air mata yang membasahi tangan kami setiap kami berjabat tangan dengan mereka. Acara perpisahan tersebut dilaksanakan pada hari Ahad tanggal 2 Januari 2011.
Bagiku pribadi, PPM adalah sebuah program wajib yang banyak memberikan manfaat dan pengalaman.(iis sofiyanti)
/div>




