Perkuat Wajah Digital Pesantren, Darunnajah Gelar Pelatihan Admin Media Sosial dan Website Perkuat Wajah Digital Pesantren, Darunnajah Gelar Pelatihan Admin Media Sosial dan Website

Perkuat Wajah Digital Pesantren, Darunnajah Gelar Pelatihan Admin Media Sosial dan Website

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi. Berbagai kabar, aktivitas, dan profil sebuah lembaga kini dapat diketahui dalam hitungan detik melalui media sosial maupun website.

Perubahan tersebut turut mendorong lembaga pendidikan Islam untuk beradaptasi. Pesantren tidak cukup hanya menjalankan berbagai program pendidikan secara baik, tetapi juga perlu mampu mengomunikasikan aktivitasnya kepada masyarakat melalui media digital.

Kesadaran tersebut menjadi salah satu landasan diselenggarakannya Pelatihan Admin Media Sosial dan Website Pesantren Darunnajah Pusat dan Cabang pada 9–12 September 2026 di Villa Darunnajah, Cipanas.

Kegiatan tersebut diikuti oleh para admin media sosial dan pengelola website dari Pesantren Darunnajah pusat maupun cabang. Mereka mendapatkan pembekalan mengenai pengelolaan informasi digital agar publikasi pesantren dapat dilakukan secara lebih profesional, terarah, dan sesuai dengan perkembangan zaman.

Perkuat Wajah Digital Pesantren, Darunnajah Gelar Pelatihan Admin Media Sosial dan Website

Media Digital sebagai Wajah Pesantren

Di tengah derasnya arus informasi, media sosial dan website memiliki posisi yang semakin strategis. Keduanya menjadi ruang yang memungkinkan masyarakat mengenal sebuah lembaga sebelum berinteraksi secara langsung.

Bagi pesantren, keberadaan media digital dapat menjadi jendela yang memperlihatkan berbagai sisi kehidupan di dalamnya. Kegiatan pendidikan, ibadah, pembinaan santri, prestasi, hingga berbagai program pengembangan diri dapat diperkenalkan kepada masyarakat melalui publikasi yang tepat.

Karena itu, pengelolaan media tidak dapat dipandang sebagai pekerjaan tambahan semata. Setiap informasi yang dipublikasikan membawa identitas lembaga dan turut membentuk persepsi masyarakat terhadap pesantren.

Hal tersebut disampaikan Al-Ustadz Assoc. Dr. K.H. Musthafa Zahir, S.Pd.I., Lc., M.A. Menurutnya, bagian yang menangani media sosial dan website memiliki posisi penting karena menjadi salah satu wajah pesantren di tengah masyarakat.

Ia menekankan perlunya kemampuan mengikuti perkembangan zaman. Di era digital, berbagai kegiatan pesantren perlu dikemas dengan baik sehingga informasi yang disampaikan tidak hanya tersampaikan, tetapi juga mampu menarik perhatian dan memberikan pemahaman kepada masyarakat.

Pandangan tersebut menunjukkan bahwa tugas admin media memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar mengunggah foto atau menulis keterangan kegiatan. Di balik sebuah publikasi terdapat tanggung jawab untuk menyampaikan informasi secara benar, menarik, dan mencerminkan nilai-nilai pesantren.

Pelatihan Admin Media Sosial dan Website di Cipanas diharapkan menjadi langkah awal menuju pengelolaan komunikasi digital yang semakin profesional, kreatif, responsif, dan berkelanjutan.

Dengan pengelolaan yang baik, media digital bukan hanya menjadi tempat untuk memberitakan kegiatan pesantren. Ia dapat tumbuh menjadi ruang yang mempertemukan pesantren dengan masyarakat, memperkenalkan nilai-nilai pendidikan Islam, sekaligus menghadirkan wajah Darunnajah secara positif di tengah perkembangan zaman.