Perbedaan Pendapat Hanya Membuahkan Perselisihan
Menu

Perbedaan Pendapat Hanya Membuahkan Perselisihan

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

DNKindergarten, 28/04

Tidak dapat disangkal lagi bahwa perpecahan, saling memvonis sesat, permusuhan, dan kebencian yang terjadi di kalangan para pemuda yang komitmen, sebagian terhadap sebagian yang lainnya yang tidak sepaham dengan manhaj masing-masing, adalah suatu hal yang menyedihkan dan sangat disayang-kan, bahkan bisa jadi menimbulkan dampak yang serius. Seperti yang telah diberitakan saat-saat ini di negara yang umatnya beragama.

Sering juga kita mengabaikan hati nurani, dalam pengambilan keputusan, sebenarnya perbedaan pendapat adalah suatu anugrah yang patut disyukuri, karena dengan perbedaan pendapat kita bisa memiliki banyak pilihan keputusan, atau alternative penyelesaian masalah.

Dengan kita bisa menerima pendapat atau pandangan orang lain, dan tidak memaksakan kehendak, adalah cermin dari kedewasaan, kebijaksanaan dari seseorang. Sesorang yang sudah berpribadi matang, cenderung akan menghargai pendapat orang lain, dan orang yang belum dewasa akan cenderung memaksakan kekuatanya.

Perpecahan seperti ini ibarat penyejuk mata hati para syaithan dari bangsa jin dan manusia, sebab mereka tidak menyenangi apabila ahli kebajikan bersatu. Mereka menginginkan ahli kebajikan tersebut berpecah-belah karena mereka (para syaithan tersebut) mengetahui bahwa perpecahan akan meluluhlantakkan kekuatan yang dihasilkan oleh sikap komitmen dan ketaatan kepada Allah subhanahu wata’ala. Hal ini telah disinyalir oleh firman-Nya, artinya,
“Dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu”. (Q.S. Al-Anfal: 46).
“Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan mereka (terpecah) menjadi beberapa golongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu terhadap mereka”. (Q.S. Al-An’am: 159)
“Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya.”. (Q.S. Asy-Syuro: 13)

Allah SWT melarang kita berpecah-belah dan menjelaskan tentang akibatnya yang sangat buruk. Sudah merupakan kewajiban bagi kita untuk menjadi umat yang bersatu. Perpecahan hanyalah akan merusak dan meluluhlantakkan urusan serta mengakibatkan lemahnya umat Islam. Di antara para shahabat pun terjadi perbedaan pendapat, akan tetapi hal itu tidak menimbulkan perpecahan, permusuhan dan kebencian. Bahkan perbedaan pendapat itu terjadi pada masa Nabi as.

Bila terjadi perpecahan, maka bahayanya sangat besar. Optimisme yang kita harapkan dan cita-citakan dari kebangkitan Islam ini akan menjadi sirna, manakala kita mengetahui bahwa ia hanya akan dimiliki oleh kelompok-kelompok yang berpecah-belah, satu sama lain saling memvonis sesat dan mencela.

Oleh karena itu, ditegaskan: Wajib bagi kita menjadikan perbedaan pendapat yang dibangun atas suatu ijtihad bukan sebagai perpecahan, tetapi persepakatan sehingga terjadi titik temu dan kebaikan dapat diraih.

Akan tetapi, bila ada yang berkata, “Bisa jadi solusi seperti ini tidak mudah direalisasikan oleh kalangan orang awam, lalu apa solusi lainnya?”.

Solusinya, hendaknya para pemimpin kaum dan pemukanya yang meliputi semua pihak berkumpul untuk mengadakan tela’ah dan kajian terhadap beberapa permasalahan yang diper-selisihkan di antara kita, sehingga kita bisa bersatu dan berpadu hati.

Sumber : internet

(sita,ababiel28@yahoo.com)

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait