Kekurangan Fisik Tidak Mengurangi Semangat Santri Untuk Berprestasi

Kekurangan Fisik Tidak Mengurangi Semangat Santri Untuk Berprestasi

Darunnajah.com, Tiga hari belakangan ini ramai di media sosial pemberitaan tentang Penyandang tuna netra yang hafal 30 juz al Qur’an dan si gadis kecil asal Bontang dengan usianya yang baru mengijak 7 tahun telah menghafal 10 juz al Qur’an.

Isyroqi itulah nama penyandang tuna netra asal Mojokerto yang menjadi peserta istimewa pada gelaran musbaqoh hifdzil qur’an antar pesantren tingkat nasional se-Indonesia. Dengan keterbatasan fisiknya Allah muliakan beliau dengan kecerdasan yang luar biasa dengan menghafal al qur’an dalam kurun waktu 5 tahun.

Nama indah tersemat pada gadis kecil asal Bontang, dialah Aisyah Putri Al Khonsa, peserta musabaqoh hifdzil qur’an termuda pada tahun 2017 ini. Gadis kecil yang bercita-cita jadi pengajar di masjid Nabawi ini ternyata mulai menghafal al qur’an saat berumur 4,5 tahun dan pada usia 7 lebih 9 bulan ini hafalanya sudah mencapai 10 juz.

Sebuah keistimewaan yang patut disyukuri sebagai anugerah terindah dalam hidupnya menjadi penjaga kemurnian al qur’an. Juga sebagai ibroh bagi kita yang memiliki fisik sempurna untuk selalu ingat akan kebesaran Allah dengan selalu menjalankan perintah dan menjauhi segala larangannya.

Dibalik viralnya berita tentang kedua peserta istimewa diatas ada sebuah tim kecil beranggotakan 5 orang dengan 3 mentor yang bekerja dalam senyap. Tim inilah yang memperisapkan segala konten pemberitaan yang berkaitan dengan gelaran MHQ ke 3 ini, mulai dari konsep tulisan, foto, video, dan audio, serta distribusi berita.

Walaupun tim media MHQ ini terbentuk mendadak, tapi dengan kompetensi yang dimiliki serta integritas terhadap amanah yang telah diberikan membuat tim ini all out dalam bekerja. 3 berita viral dalam kurun waktu 3 hari menjadi penanda hasil dari kerja tim tersebut.

Kerja maksimal membuahkan hasil fenomenal, kerja ikhlas membuahkan totalitas, semangat terus dalam berkarya. Terima kasih kepada 3 mentor yang telah membimbing dan mentrasfer ilmunya pada tim media MHQ.