Penyambutan Kontingen Pramuka DN2 Yang Meraih Juara di ajang lomba Pramuka PELANGI Penyambutan Kontingen Pramuka DN2 Yang Meraih Juara di ajang lomba Pramuka PELANGI

Penyambutan Kontingen Pramuka DN2 Yang Meraih Juara di ajang lomba Pramuka PELANGI

Terpaut 8 Poin, Kontingen Pramuka Torehkan Prestasi Gemilang

Kontingen Pramuka Penggalang dan Penegak baru saja membuktikan bahwa kemenangan sejati tidak selalu diukur dari trofi tertinggi. Dalam Perkemahan La Tansa Gali Inovasi XVIII (PELANGI XVIII) 2026 yang digelar pada 20–22 September di Pesantren La Tansa, Lebak, Banten, kontingen berhasil meraih Juara 2 tingkat Penggalang dan Juara 1 tingkat Penegak — hanya terpaut 8 poin dari peraih Juara Umum, PP. Darul Qolam 2.

Perkemahan yang diikuti 27 kontingen dari berbagai pondok pesantren ini mengangkat tema “SI JATI: Andika Pramuka Layaknya Pohon Jati, Tumbuh, Teguh, Teduh”. Filosofi pohon jati yang kokoh dan teduh ini menjadi napas dari seluruh rangkaian kegiatan, mengajarkan bahwa pertumbuhan sejati seorang pramuka lahir dari ketangguhan menghadapi tantangan, bukan sekadar dari hasil akhir yang diraih.

Pesantren Darunnajah 2 Cipining mengirimkan 10 peserta tingkat Penggalang dan 10 peserta tingkat Penegak, didampingi pembina. Pada rekapitulasi nilai LP3, tingkat Penegak mencatatkan nilai 1.093 dan berhasil menjadi juara pertama, mengungguli PP. Darul Qolam 2 yang meraih 1.081. Sementara di tingkat Penggalang, perolehan nilai 1.091 mengantarkan kontingen pada posisi Juara 2, tepat di bawah PP. Darul Qolam 2 dengan nilai 1.111.

Selain juara umum per tingkat, kontingen turut memborong sejumlah gelar juara pada mata lomba. Berikut daftar pencapaiannya:

  • Juara 1 Lomba Pidato Bahasa Arab (Penggalang)
  • Juara 1 Lomba Pidato Bahasa Inggris (Penggalang)
  • Juara 1 Lomba Nasyid (Penegak)
  • Juara 1 Lomba Pidato Bahasa Arab (Penegak)
  • Juara 1 Lomba MTQ (Penegak)

Rangkaian perlombaan yang kompetitif ini menuntut peserta mengasah kedisiplinan, kerja sama tim, dan keberanian tampil di hadapan juri serta kontingen lain. Semangat itu tampak konsisten dari awal hingga akhir kegiatan, sebagaimana disampaikan dalam sambutan penyambutan usai kontingen tiba kembali di pesantren.

“Semoga kemenangan ini bisa menjadi motivasi bagi seluruh santri untuk bisa mengembangkan diri dan berprestasi,” ujar Pengawas Pesantren, Ust. Isa Abdillah, S.E., M.Pd., dalam sambutannya.

Kepulangan kontingen disambut hangat oleh warga pesantren, dilanjutkan dengan sujud syukur sebagai ungkapan terima kasih atas seluruh proses dan pencapaian yang telah dilalui. Momen ini menjadi pengingat bahwa perjuangan panjang selama perkemahan — mulai dari latihan, persiapan materi, hingga tampil di berbagai cabang lomba — adalah bagian dari pendidikan karakter yang jauh lebih bernilai daripada sekadar deretan angka di papan skor.

Selisih 8 poin dari Juara Umum memang menyisakan rasa penasaran, namun capaian ini justru menegaskan bahwa kerja keras seluruh andika patut diapresiasi. Semangat kepramukaan yang mengajarkan keimanan, kemandirian, dan kepedulian terhadap sesama telah tertanam nyata dalam setiap langkah perjuangan mereka di lapangan.

Prestasi ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi santri lain untuk terus mengembangkan potensi diri melalui jalur kepramukaan maupun bidang lainnya. Dukungan dan doa dari seluruh keluarga besar pesantren tetap dinantikan agar kontingen dapat tampil lebih baik lagi pada kegiatan kepramukaan berikutnya.