Seni dan kebudayaan merupakan hal yang sangat penting untuk didalami santri sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat. Bermacam kegiatan seni dan kebudayaan menjadi alternatif kegiatan yang bisa mengekspresikan potensi santri yang bermacam-macam.

Pondok Pesantren Annur sebagai lembaga pendidikan manusia yang utuh terus menggalakkan dan memperkuat pondasi di bidang tersebut. Bermacam wadah untuk kegiatan dibidang seni dan budaya terus ditingkatkan.

Tentu saja, pengembangan bakat seni dan budaya santri harus tetap dalam koridor mensyukuri Nikmat Allah dengan cara mengembangkannya secara benar dan memanfaatkannya untuk sebesar-besar kepentingan Allah SWT.

Didalam seni karya tulis seperti lukis, gambar, jurnalistik, desain grafis dan sebagainya difasilitasi dengan membuat semacam “majalah dinding” yang permanen dengan membuat etalase-etalase bagi masing-masing kelompok dan membinanya untuk terbit secara berkala (seminggu sekali). Proses sederhana inilah yang sudah terbukti melahirkan seniman2 dan jurnalis2 terkemuka di beberapa pondok pesantren yang sempat dialami oleh Pimpinan Pesantren Anuur, Ustadz Dedy.

Ustadz Dedy berkisah bahwa ketika beliau memimpin penerbitan majalah nasional “Edukasia” milik pesantren Darunnajah, mendapatkan bahwa resources manusia yang ia miliki ternyata adalah kawan-kawan di Pondok Gontor yang dulu memang aktif dibidang masing-masing di eskul pondok seperti Darussalam Pos (Lukman Hakim, Pimred Edukasia, Wartawan Gatra) dan LIMIT (Reza Al-Farabi: redaktur artistik Edukasia, Gontor dan Desainer lepas). Ternyata, begitu berpengaruhnya wadah kegiatan yang berhubungan dengan minat bakat mereka terhadap masa depan mereka. Contoh lainnya adalah A.Fuadi, penulis best seller Negeri Lima Menara yang memang sejak di Pondok aktif di bidang jurnalistik santri.

Maka Bapak Pimpinan pun berinisiatif untuk mengadakan secara reguler Pentas Seni & Budaya santri yang dilaksanakan setiap bulannya. Hal ini untuk memberi wadah bagi kegiatan seni yang bersifat penampilan/performance seperti Marawis, Vocal Group, Qosidah, Puisi, Akustik dan sebagainya.

Namun beliau berpesan bahwa sebaiknya format penampilannya tidak perlu mewah-mewah seperti Panggung Gembira yang menjadi kegiatan puncak tahunan, namun cukup diadakan secara sederhana tanpa meninggalkan substansi kegiatan.

Alhamdulillah, Pentas Seni & Budaya Santri Cidokom telah dilaksanakan pada Kamis, 3 Mei 2012 dengan menampilkan berbagai macam kegiatan seni santri di Aula Cidokom. Semoga kegiatan ini menjadi wadah bagi pengembangan potensi santri sebagai karunia Allah SWT dan akan dimanfaatkan li i’laahi kalimatillah.