Pendidikan Pesantren, Sebuah Solusi

Pendidikan Pesantren, Sebuah Solusi

Pendidikan Pesantren, Sebuah Solusi

Aksi anarkisme remaja bukan saja dilakukan oleh geng motor, ada juga tawuran antar sekolah ataupun praktik menggertak dan memeras yang dilakukan oleh pelajar, baik secara perorangan maupun berkelompok. Menurut data Komnas Perlindungan Anak, tawuran pelajara pada tahun 2011 ada 339 kasus dan memakan korban jiwa 82 orang. Tahun sebelumnya, jumlah tawuran antar pelajar sebanyak 128 kasus (Kompas.com, 23/11/2011).

Kekerasan bukanlah tabiat dasar manusia sejak lahir. Allah SWT telah menciptakan manusia dalam keadaan hanif (lurus). Allah SWT berfirman dalam hadits qudsiy: Sesungguhnya Aku Ciptakan hamba-hambaKU seluruhnya dalam keadaan lurus (HR. Muslim).

Salah satu yang dapat mengubah dan membentuk karakter generasi muda adalah dunia pendidikan. Fatalnya saat ini dunia pendidikan di tanah air justru berbasis sekularisme. Memisahkan agama dari kehidupan. Pengajaran agama sejak SD hingga kuliah sangat minim. Materi ajarnya pun jauh dari pembahasan yang dibutuhkan para pelajar agar mereka mampu menjawab persoalan hidup yang dihadapi. Yang diukur dari mata pelajaran agama pun lagi-lagi kemampuan akademis, bukan aplikasi dalam kehidupan. Sementara itu para pelajar miskin tentang pemahaman agama.

Hal-hal tersebut bertolak belakang dengan Islam. Sistem pendidikan islam (baca: Pesantren) mengarahkan dan membentuk para pelajar agar memiliki kepribadian Islam dan juga terampil dalam sains dan teknologi. Landasan pendidikan islam adalah penanaman akidah Islamiyah dan ketakwaan. Dengan modal awal ini maka seseorang pelajar akan paham tujuan hidupnya untuk beribadah kepada Allah. Dia juga yakin akan adanya penghisaban atas segala amal perbuatan di dunia. Sehingga dia tidak akan gegabah apalagi berbuat kemungkaran selama hidupnya.

Pendaftaran Santri Baru