Pembekalan Kyai Darunnajah Groups sebagai Sunah Pesantren

{mosimage}CIPAYUNG/dn.com – Selasa 2-3 September 2008 Pondok Pesantren Darunnajah Mengadakan Rapat Dewan Nadir dan Pembekalan Pimpinan-pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah. Pondok Pesantren Darunnajah yang sekarang sudah mencapai 11 cabang di berbagai daerah dan wilayah merasa perlu mengadakan Kumpul antar Pimpinan Pondok seperti ini.
Visi yang jelas merupakan hal terpenting bagi sebuah organisasi. Visi diandaikan sebagai sebuah tujuan yang akan dituju dan tentunya, tanpa visi yang jelas, perjalanan sebuah organisasi menjadi tidak terarah.

Terkait dengan visi organisasi, ada sunnah baru di Pondok Pesantren Darunnajah. Terkait dengan semakin banyaknya organisasi yang tumbuh dibawah naungan Yayasan Darunnajah, termasuk Pesantren Darunnajah Ulujami dan Cabang-Cabang Darunnajah diberbagai daerah, Yayasan Darunnajah berinisiatif untuk mengadakan Pembekalan Pimpinan-Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah, dan untuk pertama kalinya diadakan di Wisma Bahtera Cipayung, 2-3 Ramadhan ini.

Menurut Ketua Yayasan Darunnajah, H.Saifuddin Arief, SH, hal ini terutama ditujukan untuk menyamakan visi para Pimpinan yang terjun dimasing-masing lembaga dibawah Yayasan Darunnajah di berbagai daerah.

Uniknya, tidak hanya para Pimpinan Pondok yang mengikuti kegiatan ini, tetapi istri (Ibu Nyai) dari masing-masing Pimpinan diwajibkan ikut serta. Walhasil, pemandangan unik pun terlihat di acara ini. Para Pimpinan (Kyai) dan Ibu Nyai yang biasanya memberi pengarahan kepada santri dan para pengasuh dilembaganya masing-masing kali ini harus rela menjadi pendengar yang baik ketika diberi wejangan dari para tokoh pendidikan yang tergabung dalam Dewan Nadzir.
 
Menurut Kiai Syukri Zarkasy, salah satu anggota Dewan Nadzir yang juga Pimpinan Pondok Modern Gontor, memang sudah saatnya bagi Darunnajah untuk menjalankan sunnah yang juga menjadi metode penyamaan visi bagi Pondok Modern Gontor sejak 6 tahun lalu ini. Para pimpinan dan juga para pendamping hidup mereka harus bisa memahami visi organisasi sehingga bisa saling mendukung didalam kehidupan memperjuangkan pendidikan di Pondok Pesantren.  Bahkan masih menurut beliau, pembekalan Pimpinan versi Gontor, metode ini tidak hanya dilakukan 1-2 hari, tetapi hingga lebih dari dua minggu secara terus menerus. Nantinya Perteman-pertemuan antar Pimpinan Pesantren Darunnajah akan berlangsung secara kontinue, untuk memberikan kemajuan bagi pondok.

Dalam kesempatan ini, tidak hanya visi dan misi organisasi yang dijelaskan, tetapi seluruh nilai-nilai, filsafat dan sistem pendidikan yang ada di Pondok kembali ditanamkan dan ditekankan sehingga bisa tertanam dan memperkuat niat dan kesungguhan para pejuang pendidikan Islam ini.

Dalam rangkaian acara ini juga termasuk Rapat Dewan Nadzir ke-27 yang membahas laporan kegiatan dan permasalahan  pondok dan Yayasan kepada Dewan Nadzir, lembaga tertinggi di Pesantren Darunnajah.

(Ddy)