blank

Pembaharuan Tata Tertib Untuk Penegakkan Disiplin Lebih Komperehensif

Pembaharuan Tata Tertib Untuk Penegakkan Disiplin Lebih Komperehensif

blank

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email
Share on telegram

‘Disiplin memang tidak enak, namun lebih tidak enak lagi jika tanpa disiplin’.

‘Disiplin tanpa sanksi bagaikan ular tidak berbisa’.

‘Tidak ada kemajuan tanpa disiplin dan tidak ada disiplin tanpa keteladanan’.

‘Kebenaran tanpa disiplin akan dikalahkan oleh kebatilan yang well organized’

‘Taatilah disiplin karena rasa Cinta ingin sukses bukan karena takut akan sanksi’

Beberapa ungkapan terkait disiplin tersebut selalu menjadi pemacu dan pemicu segenap civitas Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor dalam mengupayakan tercapainya visi pendidikan yang terangkai dalam kata IMAMA (Imam/Pemimpin, Muttaqi/Bertaqwa, Alim/Cendekiawan, Muballigh/Juru dakwah, Amil/Terampil mengaplikasikan ilmu).

Tahapan-tahapan penegakkan disiplin yang meliputi revisi, sosialisasi, menciptakan kondisi hingga tahap eksekusi selalu diperhatikan dan ditingkatkan.

Ahad, 18 November 2018 kembali diadakan pembaharuan Tata Tertib Santri yang kelima kalinya. Pertama, Juli 2008, kedua Juli 2011, ketiga September 2014, keempat Mei 2016.

Hadir dalam sidang tersebut Pembina Pesantren Putra sekaligus Kepala Biro SDM, ustadz Musthafa Zahir Jamhari, M.Ag., Pembina Pesantren Putri sekaligus Kepala Biro Pendidikan, ustadz Ridha Makky Jamhari, M.Pd., Kepala Biro Pengasuhan Santri, ustadz Muhlisin Ibnu Muhtarom, S.H.I., Kepala MTs, ustadz Nasihun Sugik, M.M., Mabikori, ustadz Ahmad Dimyati, S.Pd.I., M.T., para kepala asrama kampus 1,2,3 dan segenap personalia Bagian Keamanan yang dikepalai ustadz Aal Jalaludin selaku panitia pelaksana sidang revisi, serta unsur BK ustadz Abdul Hafidh.

Cukup banyak poin yang mengalami perubahan dan pembaharuan karena menuesuaikan dengan perkembangan terkini, utamanya adalah arahan Pimpinan Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor, KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc yang senantiasa menjelaskan agar diadakannya personal approach yang lebih dominan di dalam penanganan disiplin dibandingkan security approach. Juga, bahwa ketegasan itu tidak identik dengan kekerasan namun lebih kepada konsekuensi masing-masing pihak dalam menaati Tata Tertin serta SOP yang sudah disepakati.

Seusai revisi atau pembaharuan maka akan segera kembali diadakan sosialisai terutama kepada para santri sekurang-kurangnya dilakukan secara massal setiap awal semester dan diulangi pada poin-poin tertentu secara berkala via Apel Upacara Bendera setiap Sabtu pagi, Musyawarah Kamar setiap Kamis Pagi, Pengarahan Pimpinan Pesantren setiap Jum’at pagi, pengarahan Kepala BPS dan wali asrama sepekan sekali dan forum pertemuan lainnya.

Maka tidak berlebihan jika Syekh Muhammad Abduh menjelaskan sebagaimana dikutip dalam pelajaran Muthala’ah kelas 6 TMI bahwa disiplin adalah faktor kesuksesan pribadi dan masyarakat, ungkap beliau:

فحيثما كان النظام موفورا كان الوجود أتم و أقوى،  وحيثما قل النظام كان الوجود ضعيفا ناقصا

blank
Kerapihan dan keindahan lokasi yang menginspirasi
blank
Semua menjadi bisa karena terbiasa atau dipaksa

Dengan maksud lebih fokus dan optimal maka sidang pembaharuan Tata Tertib ini mengambil lokasi di sebuah ‘saung’ pertemuan di lingkungan wisma/vila sebuah pesantren Tahfidz baru ala metode Turki di Jasinga yang berjarak tidak jauh dari pesantren. (wardan/mr. mim).

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah