Pendidikan sistem pesantren merupakan pengejawantahan pola dan spirit Totalitas Pendidikan. Semua hal yang dilihat, didengar,disaksikan, dirasakan bahkan yang difikirkan hendaknya mengacu kepada niat dan tujuan pendidikan itu sendiri. Pendidikan Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor yang bervisi: IMAMA (Imam, Muttaqin, Alim, Muballigh, Amil) haruslah difahami, didukung, dibantu dan diperjuangkan oleh segenap unsur yang terdiri dari pesantren (kyai, dewan guru, yayasan), santri, orang tua/wali santri, alumni, karyawan, simpatisan bahkan hingga tamu sekalipun.

 

Cita-cita mulia tersebut akan bisa dicapai dengan disiplin yang baik dan benar. Semua aktifitas kepesantrenan haruslah well organized, karena الحقّ بلا نظام يغلبه الباطل بنظام (kebenaran tanpa disiplin akan terkalahkan oleh kebaitilan yang terorganisir rapi). Semua unsur harus bergerak, berperan, kerja-sama dan sama-kerja sesuai bidang dan tanggung-jawab masing-masing (كلّ يعمل على شاكلته). Dengan demikian kesuksesan short term (di dunia) dan long term (akhirat) akan terealisasi.

Juga, sudah menjadi sebuah aksioma bahwa perjalanan roda kehidupan civitas pesantren sangatlah dinamis. Secara idealis diharapkan mereka menjalani aktifitas keseharian laksana sebuah miniatur masyarakat muslim, namun dalam tataran realitas masih mungkin akan ditemukan tindakan indisipliner dengan berbagai macam latar-belakang dan faktornya. Maka yang terpenting adalah usaha, upaya dan proses tiada henti untuk menuju kondisi para santri (juga guru dan unsur lainnya) mengikuti dan mena’ati disiplin dengan rasa penuh cinta kasih untuk sukses karena Ridha Allah SWT, bukan karena takut sanksi. Hal ini sesuai dengan salah-satu motto santri : أطيعوا النظام محبّة لا مخافة.

Berpijak dari pemikiran tersebut, maka perlu kiranya untuk terus-menerus diadakan evaluasi dan revisi tata-tertib ini dengan berpegang kepada semangat (المحافظة على القديم الصالح والأخذ بالجديد الأصلح) Melestarikan nilai-nilai lama yang relevan, mengadopsi metode baru yang lebih tepat guna.

 

Semoga Allah SWT senantiasa membimbing, menolong dan meridhai setiap langkah kaki dan ayunan tangan jihad kita via tarbiyah nan berat namun mulia ini.

Aamiin Yaa Mujiibas Saailiin.

Bogor, 4 Sya’ban 1437 H /12 Mei 2016 M
Kepala Biro Pengasuhan Santri,
MUHLISIN IBNU MUHTAROM, S.H.I