SERANG — Seluruh elemen Pondok Pesantren Darunnajah 3 berkumpul di Aula Fathan Mubina untuk mengikuti agenda tahunan Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy. Kegiatan intensif yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 4–5 Agustus 2026, ini bertujuan menanamkan pemahaman mendalam mengenai sejarah, visi, serta nilai-nilai dasar perjuangan pesantren kepada seluruh santri dan tenaga pendidik.
Pelaksanaan Khutbatul ‘Arsy dipandang sebagai momentum krusial dalam kalender akademik pesantren. Melalui rangkaian pemaparan materi yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari, para peserta menerima pembekalan langsung dari jajaran pimpinan dan ustadz senior pesantren secara terstruktur.

Langkah ini diambil guna mengantisipasi minimnya pengetahuan para santri terhadap dinamika dan sejarah tempat mereka menimba ilmu. Melalui pemahaman sejarah yang utuh, santri diharapkan memiliki rasa kepemilikan (sense of belonging) yang kuat serta mampu menjaga garis perjuangan para pendiri.
“Sejarah bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan fondasi yang menentukan arah gerak santri di masa depan. Kita tidak ingin melahirkan generasi yang bertahun-tahun tinggal di pondok, tetapi tidak paham arah dan nilai dasar rumahnya sendiri,” ujar salah satu perwakilan pemateri di sela-sela kegiatan.
Materi yang disampaikan mencakup rekam jejak berdirinya Darunnajah 3, panca jiwa pesantren, hingga nilai kepemimpinan dan kemandirian. Antusiasme peserta terlihat dari tingkat kehadiran penuh seluruh santri dari berbagai jenjang, pengasuh, serta staf pengajar yang memadati Aula Fathan Mubina sejak sesi pertama dimulai.
Melalui penyelenggaraan acara ini, Pesantren Darunnajah 3 menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi yang unggul secara akademis, spiritual, dan berakar kuat pada nilai-nilai sejarah kelembagaan. Rangkaian kegiatan pun ditutup secara tertib pada Rabu siang dengan doa bersama untuk keberkahan tahun ajaran baru.
