Pak Kyai Ajari Santri Non Asrama Sholat Ghaib

Ahad, 21 Maret 2010 para santri non asrama (siswa-siswi SMP, MTs, SMK, MA yang tidak mukim di asrama) mendapatkan pelajaran dan tata-cara praktek sholat Ghaib yang langsung disampaikan oleh pimpinan pesantren Darunnajah Cipining, KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc. “Alhamdulillah, untuk para santri mukim sudah sering melakukan sholat Ghaib, namun untuk para siswa-siswi mungkin jarang bahkan belum pernah melakukannya”! ungkap kyai alumnus Ummul Qura Makkah itu membuka penjelasannya seusai dzikir sholat Dhuhur, sebelum sholat Ba’diyyah.

Beliau menjelaskan bahwa sholat Ghaib sama dengan sholat Jenazah hanya saja jenazah yang disholati berada di tempat lain. Kemudian beliau menjelaskan tata-cara sholat yang terdiri dari 4 takbir tanpa ruku’, i’tidal, sujud dan tahiyyat tersebut. Beliau menjelaskan sambil menguji para santri non asrama dalam bacaan setelah Takbir Pertama; Al Fatihah, Takbir Kedua; Sholawat Nabi, Takbir Ketiga; Allahummaghfirlahu….dst, Takbir keempat; Allahumma Laa Tahrimnaa Ajrahu..dst. Tampak para santri dan asatidz menyimak dengan khusu’.

“Sholat Jenazah atau sholat Ghaib tidak diawali dengan Iqamat, cukup imam menmberikan komando: Ashsholatu Jaami’ah Rahimakumullah, dan para makmum menyahut; Ashsholatu Laa Ilaahaillah!” jelas pak Kyai Jamhari sebelum memulai Sholat Ghaib untuk sahabat beliau yang dulu bersama beliau kuliah di Makkah. Seusai sholat Ghaib,segenap jama’ah meneruskan dengan sholat Ba’diyyah, kemudian seluruh santri putra-putri non asrama mendapatkan pencerahan dan wawasan keagamaan yang disampaikan secara rutin  oleh pimpinan pesantren atau para kader beliau  setiap Ahad siang.  (WARDAN/Mr. MIM).