Sebanyak 250 Guru TMI Darunnajah Ikuti Pelatihan Service Excellence Sebanyak 250 Guru TMI Darunnajah Ikuti Pelatihan Service Excellence

Optimalisasi Media Digital, Pesantren Darunnajah Jakarta Gelar Pelatihan bagi 250 Guru

Pesantren Darunnajah Jakarta terus berupaya memperkuat kualitas guru untuk memanfaatkan media digital sebagai sarana dalam membangun citra yang lebih positif dan kredibel di mata publik. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui in-house training yang diadakan untuk 250 guru TMI (Tarbiyah Mu’allimin wal Mu’allimat al-Islamiyyah) Darunnajah, pada Ahad, (13/07/2025). Pelatihan ini bertujuan untuk mengenalkan pentingnya digital branding dalam menjaga eksistensi pesantren di dunia maya.

Acara yang digelar di Aula Al-Ghazali Pesantren Darunnajah ini menghadirkan Ustadzah Masmuhah Ocha, M.Si., seorang ahli digital marketing, yang membahas bagaimana pesantren dapat mengoptimalkan media digital. Ocha menyampaikan bahwa di era digital, pesantren perlu proaktif dalam membangun citra melalui platform-platform digital yang ada.

“Yang terlihat, dipercaya. Yang tidak muncul, dianggap tidak ada,” ujar Ustadzah Ocha, menekankan bahwa peran aktif pesantren dalam dunia maya sangat krusial untuk menghindari terjadinya misinterpretasi oleh publik.

Selain itu, Ustadzah Ocha menjelaskan bahwa strategi pemasaran digital dapat digunakan untuk memperkenalkan nilai-nilai pesantren, menyebarkan dakwah, serta membangun identitas visual yang konsisten. Melalui langkah ini, pesantren tidak hanya membangun citra yang lebih modern dan komunikatif, tetapi juga menunjukkan bahwa mereka siap menghadapi tantangan zaman dengan terbuka dan transparan.

“Pesantren yang aktif di dunia maya akan lebih dikenal dan dipercaya oleh masyarakat, terutama oleh calon orang tua murid yang kini semakin selektif dalam memilih pendidikan untuk anak-anak mereka,” tambah Ustadzah Ocha.

Dalam pelatihan ini, Ustadzah Ocha juga menyoroti pentingnya pesantren untuk dapat mengelola krisis informasi yang muncul di media sosial dengan cepat. Branding digital yang efektif, menurutnya, akan memperkuat reputasi pesantren dalam jangka panjang dan menjaga citra positif pesantren di mata masyarakat. Hal ini, tentu saja, tidak hanya bermanfaat untuk meningkatkan daya tarik calon wali murid, tetapi juga untuk memperluas jangkauan pesantren di tingkat nasional.

Melalui pelatihan ini, diharapkan para guru di Pesantren Darunnajah Jakarta dapat memanfaatkan media digital dengan lebih bijak untuk terus memperkuat citra pesantren dan menyebarkan pesan positif. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terus mendukung upaya pesantren dalam menghadapi tantangan digitalisasi dan mempersiapkan mereka agar tetap relevan di dunia pendidikan yang terus berkembang.

Dengan penerapan strategi digital yang tepat, pesantren Darunnajah Jakarta berkomitmen untuk terus menjaga reputasi baiknya di mata publik dan menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih terbuka, adaptif, dan berbasis pada nilai-nilai luhur yang diusung pesantren. Di masa depan, media digital akan semakin penting bagi pesantren yang ingin tetap bertahan dan berkembang dalam dunia yang semakin mengutamakan teknologi dan komunikasi.