Pesantren Darunnajah menggelar pelatihan pengelola website dan media sosial bagi 60 guru dan admin dari Darunnajah pusat hingga cabang ke-22. Pelatihan yang berlangsung selama delapan hari di Villa Darunnajah Learning Center 1, Cianjur ini dibuka langsung oleh Drs. KH. Sofwan Manaf, M.Si pada Senin (18/11) malam.
“Teknologi adalah alat yang bisa membawa manfaat besar jika digunakan sesuai dengan nilai-nilai Islam. Termasuk yang perlu dimanfaatkan adalah perkembangan teknologi artificial intelligence,” ungkap KH. Sofwan Manaf dalam sambutannya.
Komitmen Darunnajah terhadap teknologi telah dimulai sejak 1985, ditandai dengan pembelian komputer pertama di era ketika sebagian besar pesantren belum mengenal perangkat digital. Kini, di era Society 5.0, teknologi tidak sekadar alat berbagi informasi, namun telah menjadi bagian integral kehidupan manusia.
Dalam pelatihan yang berlangsung hingga 25 November mendatang, para peserta akan dibekali berbagai keterampilan digital dari para trainer internal Darunnajah. Materi yang akan dipelajari mencakup teknik penulisan berita, manajemen media sosial, fotografi, desain grafis, hingga editing video.
Dr. K.H. Musthofa Zahir, S.Pd.I., Lc., M.A. selaku wakil pengasuh Darunnajah 2 Cipining Bogor turut hadir memberikan dukungan. Beliau didampingi K.H Fajar Suryono, S.Kom dari Darunnajah 8 Cidokom Bogor dalam pembukaan pelatihan tersebut.
KH. Sofwan Manaf juga menekankan pentingnya rasa syukur dan menjaga kesehatan. “Seperti yang dikatakan Imam Syafi’i, kesehatan adalah mahkota yang dipakai orang sehat tetapi hanya orang sakit yang dapat melihatnya,” tuturnya sambil mengajak peserta untuk menjaga pola hidup sehat.
Pelatihan ini merupakan bentuk adaptasi pesantren dalam menghadapi transformasi digital, sekaligus mempertahankan nilai-nilai Islam dalam setiap konten yang dihasilkan. Dengan bekal keterampilan digital, diharapkan para guru dan admin dapat mengoptimalkan dakwah Islam melalui platform digital Pesantren dan Universitas Darunnajah. (DR)



