Ratusan santri Pesantren Darunnajah 2 Cipining menggelar pesta kreativitas melalui Olimpiade Pengasuhan Santri (OPS) pada 5-16 Mei 2025. Kompetisi internal ini mengasah kemampuan akademis sekaligus membangun karakter sportif dan semangat berprestasi, merefleksikan filosofi pendidikan holistik yang menyeimbangkan aspek spiritual dan

.
Seluruh santri kelas 1 hingga 5 TMI berpartisipasi aktif dalam berbagai cabang perlombaan. Santri kelas 6 tidak ikut karena fokus menghadapi ujian akhir. M. Dzaky Oganda, ketua pelaksana, menjelaskan tujuan kegiatan ini. “OPS dirancang memantik semangat kompetitif santri dalam berbagai bidang keilmuan dan keterampilan, sekaligus persiapan menghadapi lomba tingkat lebih tinggi,” ujarnya.
Departemen Pengasuhan Santri merancang enam cabang kompetisi dengan kriteria spesifik: Olahraga (dinilai dari skor dan kecepatan), Kesenian (keindahan dan kerapian), Bahasa (kaidah kebahasaan), Ibadah (kaidah Al-Qur’an dan intonasi), Pengajaran (cara penyampaian dan kaidah bahasa), serta Pramuka (ketelitian dan kecerdasan peserta).
Ust. Khoirul Tamimi, S.Pd., musyrif kegiatan, mengakui tantangan persiapan terbatas. “Waktu persiapan terbatas karena banyaknya kegiatan pengasuhan berdekatan jadwalnya,” ungkapnya. Meski demikian, antusiasme santri memberikan kepuasan tersendiri bagi panitia.
Sistem penghargaan dirancang memotivasi semua peserta. Juara kelompok memperoleh sertifikat dan piala, juara individu meraih sertifikat dan medali. Tersedia pula piala juara umum OPS, piala pramuka, dan piala juara favorit pramuka.
OPS menjadi laboratorium karakter sebelum santri menghadapi kompetisi kabupaten atau provinsi. Nilai perjuangan dan sportivitas diharapkan melekat dalam sanubari mereka, membentuk mental juara berkelanjutan.

