Sore hari di Pesantren Al-Harokah Darunnajah 12 Dumai dipenuhi semangat juang para santri yang mengasah kemampuan bela diri tapak suci. Kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti puluhan santri putra dan putri ini menjadi wadah pembentukan karakter tangguh sekaligus memperdalam spiritualitas Islam. Di bawah bimbingan Ustadz Zainuddin Wugaje, para santri mempelajari gerakan-gerakan yang memadukan kekuatan fisik dengan kearifan spiritual.
Tapak suci sebagai seni bela diri khas Indonesia telah menjadi bagian integral pendidikan karakter di pesantren. Gerakan-gerakan yang dipelajari mencerminkan filosofi Islam tentang keseimbangan antara kekuatan lahir dan batin. Setiap gerakan mengajarkan disiplin, kesabaran, dan kontrol diri yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Para santri belajar bahwa kekuatan sejati datang dari pengendalian diri, bukan dari kekerasan.
Para santri mempelajari teknik dasar seperti kuda-kuda, pukulan, tangkisan, hingga jurus-jurus tingkat lanjut. Setiap sesi latihan diawali dengan doa dan diakhiri dengan refleksi nilai-nilai keislaman. Metode pembelajaran yang diterapkan menggabungkan aspek fisik dengan pembinaan mental spiritual yang komprehensif.
Rasulullah SAW bersabda: عَلِّمُوا أَوْلاَدَكُمُ السِّبَاحَةَ وَالرَّمْيَ وَرُكُوبَ الْخَيْلِ “Ajarilah anak-anak kalian berenang, memanah, dan berkuda” (HR. At-Thabrani). Hadis ini menunjukkan pentingnya keterampilan fisik dalam pendidikan Islam. Tapak suci menjadi interpretasi modern dari ajaran tersebut, membekali generasi muda dengan kemampuan mempertahankan diri sekaligus menjaga kesehatan tubuh.
Kegiatan di Al-Harokah Darunnajah 12 Dumai ini memberikan manfaat berlapis bagi para santri. Secara fisik, latihan rutin meningkatkan kekuatan otot, fleksibilitas tubuh, dan daya tahan kardiovaskular. Para santri mengalami peningkatan koordinasi gerak dan refleks yang berguna dalam aktivitas sehari-hari. Selain itu, latihan bela diri membantu mengoptimalkan pertumbuhan fisik remaja sekaligus mencegah obesitas dan masalah kesehatan lainnya.
Dari aspek mental, tapak suci mengasah konsentrasi dan fokus pikiran. Para santri belajar mengendalikan emosi, mengembangkan keberanian yang seimbang, dan membangun rasa percaya diri yang sehat. Latihan yang membutuhkan kesabaran dan ketekunan ini membentuk mental juang yang pantang menyerah. Mereka juga belajar menghargai proses pembelajaran dan menerima kegagalan sebagai bagian dari perjalanan menuju kesempurnaan.
Program ini juga memperkuat nilai-nilai persaudaraan dan solidaritas di antara santri. Melalui latihan berpasangan, mereka belajar saling percaya, menghormati kemampuan orang lain, dan bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama. Kompetisi yang sehat menumbuhkan sportivitas dan kemampuan menerima kekalahan dengan lapang dada.
Pesantren Al-Harokah Darunnajah 12 Dumai terus berkomitmen menghadirkan pendidikan holistik yang menyeimbangkan kecerdasan intelektual, spiritual, dan fisik. Para santri diharapkan menjadi generasi yang tangguh dalam menghadapi tantangan zaman sambil tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam dalam mengabdi kepada agama, bangsa, dan umat manusia.
