2 November 2024 — Tiga santri dari Pondok Pesantren Darunnajah 13, Ahmad Bassam, Razin Azka, dan Daffa Maeksya, menunjukkan semangat luar biasa dalam bidang akademik dengan berpartisipasi di Olimpiade Matematika OPTIKA 24. Partisipasi mereka dalam kompetisi yang diadakan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta ini sudah menjadi pencapaian tersendiri.

Olimpiade Matematika OPTIKA 24 adalah ajang kompetisi nasional yang diikuti oleh pelajar dari seluruh Indonesia. Dengan materi matematika tingkat lanjut dan soal-soal yang menguji kemampuan berpikir logis dan kritis, OPTIKA menjadi salah satu olimpiade yang diincar oleh siswa dari berbagai sekolah dan pesantren. Santri Darunnajah 13 yang berpartisipasi dalam kompetisi ini telah membuktikan dedikasi mereka, tidak hanya terhadap pelajaran matematika, tetapi juga terhadap usaha untuk terus meningkatkan diri.
Menaklukkan Diri Sendiri dengan Semangat dan Kerja Keras
Santri Darunnajah 13 yang berpartisipasi dalam OPTIKA 24 telah menjalani persiapan intensif. Setiap hari, mereka menghabiskan waktu ekstra untuk belajar matematika, berdiskusi bersama teman-teman, dan menyelesaikan soal-soal latihan. Ini bukanlah hal yang mudah, mengingat jadwal kegiatan di pesantren yang cukup padat. Dengan disiplin tinggi dan tekad kuat, mereka mampu menyeimbangkan antara kegiatan akademik dan aktivitas pesantren.
Dengan mengikuti kompetisi ini, ketiga santri telah mendapatkan pengalaman berharga dan meningkatkan keterampilan matematika mereka. Mereka telah belajar bahwa kemenangan yang sesungguhnya adalah mampu mengatasi diri sendiri dan berjuang tanpa menyerah.

Menjadi Inspirasi untuk Masa Depan
Melalui partisipasi di OPTIKA 24, santri Darunnajah 13 telah membuktikan bahwa pendidikan di pesantren tidak hanya terbatas pada ilmu agama, tetapi juga mengutamakan penguasaan ilmu pengetahuan umum. Meski belum mencapai seleksi akhir, mereka berharap pengalaman ini dapat memotivasi santri lainnya untuk terus berkembang dan berprestasi di berbagai bidang.
Keikutsertaan dalam OPTIKA 24 telah menjadi pencapaian tersendiri bagi santri Darunnajah 13. Semangat mereka dalam mengalahkan rasa malas dan tekad kuat untuk belajar adalah contoh nyata bahwa keberhasilan sejati tidak selalu diukur dari kemenangan, tetapi dari keberanian untuk mencoba dan mengembangkan potensi diri.