Status menyandang Alumni Darunnajah angkatan ke 17 tinggal menghitung jari saja, tepat saat mereka diwisuda kamis 20 Mei 2010 ini. Maka sebelum hal itu, Santri putra dan putri non asrama menggelar tasyakuran di Auditorium Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor, dengan gaya lesehan yang mencirikan kebersahajaan dan kesederhanaan, acarapun dimulai pukul 09:30, dengan undangan para dewan guru, dan adik-adik kelas dari kelas I MTs hingga II MA, SMP dan SMK non asrama.

Dari seluruh rangkain acara, sambutan dari Bapak Pimpinanlah, KH.Jamhari Abdul Jalal, Lc ,  yang sarat pesan moral dan pesan kehidupan sepanjang waktu, bahkan tidak hanya calon alumni yang merasa tersentuh, tak pelak dewan guru pun merasakannya, bahkan tanpa sengaja ust. Muhlisin Ibnu Muhtarom, SHI berkomentar pasca sambutan beliau “luar biasa, kita guru-gurupun seperti di-charge kembali semangat hidup” yang kontan diamini juga oleh dewan guru yang hadir.

Layaknya orang tua yang akan melepaskan anak-anaknya menuju kehidupan yang lebih luas, sebelum berpesan, Pa Kyai terlebih mengungkapkan  rasa salutnya terhadap santri niha’i atas keberhasilannya menyelesaikan tahap demi tahap program pendidikan di Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor. Setidak-tidaknya berikut adalah pesan-pesan penting beliau yang redaksi rangkum :

Dalam salah satu petikan Beliau  “Pendidikan di Darunnajah baik di dalam maupun di luar, visinya sama, yaitu melahirkan generasi IMAMA, maka anak-anak harus buktikan! :

  1. Alumni Darunnajah harus menjadi Imam atau Pemimpin dimanapun hidup!
  2. Selain harus menjadi Pemimpin, anak-anakpun harus menjadi seorang yang Muttaqien (orang yang bertaqwa) meskipun berada di lingkungan  yang luas.
  3. Alumni harus menjadi manusia yang berposisi tinggi di masyarakat, sehingga menjadi manusia yang bermartabat tinggi, maka untuk itu belajar tidak boleh berhenti sampai disini, maka anak-anakku semua harus menjadi seorang yang Alim (Orang yang berpengetahuan/ilmu tinggi), maka pa Kyai pun berharap alumni harus melanjutkan studi hingga bangku kuliah, untuk itu harus ada tekad kuat melanjutkan pendidikan!
  4. Anak-anakku juga wajib menjadi seorang Muballigh (orang yang menyerukan kepada amar ma’ruf nahyi munkar) “ballighu ‘annii walau aayah” tandas beliau.
  5. Terakhir, Amil yaitu anak-anakku harus mampu mengamalkan ilmu yang dimiliki bagi kehidupan ummat

Lebih lanjut lagi dalam pesannya, ‘jika ke 5 hal ini kamu amalkan, insyaAllah kamu orang yang fiddunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah. Selain ke 5 pesan di atas, sebelum menutup pesannya, Pa Kyai-pun menuntut setiap alumni untuk berani meninggalkan kampung halaman, maka harus ada keberanian dari setiap orang untuk hijrah, sebagaimana Nabi Muhammad SAW mengajak ummatnya hijrah dari Makkah ke Madinah. Dilanjutkan dengan analogi beliau “burung jika jika hanya di sarang saja, dijamin tidak dapat makan, jangankan untuk orang lain untuk diri sendiripun tidak, dan anak pohon kalau tatap di bawah induknya tidak akan tumbuh maksimal karena induk pohon menutupi”.  SubhanaAllah Luarr Biassa! (WARDAN/ Ela H).