Nasehat Kyai Mahrus saat pembookingan CADIKA

JAKARTA/dn.com – Hari Selasa, 15 April 2008 adalah hari pertama pelaksanaan upacara latihan Kursus Mahir Dasar (KMD) CADIKA Jaya Raya ke-22 yang dilangsungkan di lapangan bola basket Darunnajah. Pukul 06.30 adalah jadwal booking, yaitu penyerahan kartu absen kepada panitia melalui seksi kegiatan (sie Giat) di dua RW berbeda untuk putra dan dua RW untuk peserta putri. Pada saat pelaksanaan booking inilah para peserta kursus berlarian berlomba-lomba memasukkan kartu booking masing-masing peserta, karena batas waktu yang diberikan oleh panitia terbatas, hal ini salah satu ajang latihan untuk selalu berdisiplin terhadap waktu, agar peserta kursus terbiasa tepat waktu.

Upacara bendera kursus yang diadakan pukul 07.00 WIB yang merupakan upacara pertama kali pelatihan ini yang bertindak sebagaipetugas upacara adalah kelompok RW I sejumah 9 peserta dan diikuti seluruh peserta KMD CADIKA, didampingi oleh segenap jajaran panitia. Begitu upacara selesai, petugas upacara mendapatkan koreksian dari pengawas pelatihan, Ust Iwan Halwani, S.Ag. "saya menilai upacara kali ini tidak serius", Hal iniah yang benar-benar harus ditingkatkan bagi petugas pada latihan-latihan berikutnya. "semoga hal ini tidak terjadi lagi pada latihan-latihan berikutnya!", sambung Ust Iwan dengan nada tegas. Akhirnya seluruh peserta dan terutama bagi petugas upacara mendapat hukuman berupa push-up bagi putra dan down-up bagi putri. "Panitia boleh memberikan hukuman fisik apabila himbauan dan larangan sudah tidak dihiraukan lagi", lanjut salah satu guru senior dalam kegiatan kepramukaan ini.

Tak kalah menariknya, absen peserta  yang terkena booking yang berarti tidak mengumpulkan kartu absen atapun yang terlambat, dibacakan di depan peserta upacara. Mereka mendapatkan imbalan dengan beberapa cairan berwarna yang di tempelkan di wajah para peserta peanggaran tersebut. Namun ketika hal in sedang berlangsung, Pimpinan Pesantren Drs.KH. Mahrus Amin, tiba-tiba datang dan mendekati peserta dan memberikan nasehat atas 'pencemongan' peserta tersebut "tidak bagus hal ini (mencoret-coret wajah), jangan lakukan lagi. Bersihkan segera yang mukanya coret-coretan!", perintrah kyai Mahrus.

Selesai upacara, para peserta di bagi masing-masaing RT dan RW untuk mengikuti sambungan materi Kursus di beberapa tempat yang di isi oleh materi kepramukaan oleh pelatih yang didatangkan dari Kwarcab Jaksel.