DNKindergarten, 14/05
Tapak Dan Jejak Hewan
Sebagai guru maupun orang tua, anda harus berpikir kreatif untuk mengajak anak bermain yang di dalamnya terkandung pembelajaran. Dibawah ini contoh permainan yang membawa anak belajar menjadi pengamat yang baik, mencari dan mengenal perbedaan kecil. Keterampilan ini baik untuk persiapan membaca. Dapat dimainkan oleh anak usia 5-6 tahun.
Pertama yang harus diperhatikan yaitu mencari tanah yang lembek atau pasir pantai. Kemudian mulai mencari jejak kaki yang jelas. Seperti jejak kaki manusia, kuda, bebek, burung dan sapi yang memiliki bentuk yang khas. Pasti anda mengetahui binatang apa yang meninggalkan jejek tersebut.
Bila sudah ditemukan, telusuri jejak tersebut. Bila beruntung, anda akan melihat bagaimana pola jejak yang berubah saat binatang mengubah kecepatannya. Perubahan terjadi, pada saat burung lepas landas atau kucing melompat ke dinding.
Terkadang saat mengikuti jejak, anda bisa menemukan tanda-tanda lain seperti ranting patah, rumput yang terinjak bahkan bulu yang tersangkut di dahan.
Mari kita membuat Cetakan Jejak Kaki dari Plester atau Semen
***Bersihkan semua tanah, daun, atau ranting di sekitar jejak kaki. Tanah harus kering agar plester/semen bisa mengeras.
***Ambil 5 cm lembaran karton. Letakkan di sekitar jejak kaki dengan klip kertas untuk membuat bingkai yang berdiri. Diberikan bingkai supaya cetakan mudah diangkat dengan karton.
***Campurkan plester/semen dengan air hingga mengental.
***Tuangkan campuran keatas jejak kaki dan bingkai karton sampai kedalaman sekitar 1 cm.
***Biarkan selama beberapa jam sampai mengeras.
***Geser karton dan angkat cetakan dengan hati-hati.
Silahkan dicoba, semoga hasilnya baik….
sumber : Erlangga For Kids
(sita,[email protected])