Kelompok 8 merupakan salah-satu kelompok dari 133  Kafilah Da’wah Santri Militan Darunnajah pada liburan semester gasal lalu. Selama 3 hari 2 malam, 1-3 Shafar 1434 H/ 25-27 Desember 2012 kelompok ini berlokasi di Jl. Warakas III Gg. 14 Rt/Rw. 014/03 Kel. Warakas Tanjung Priuk Jakarta Utara.

safdak4

Bersama Tokoh Masyarakat

Agenda dan rangkaian kegiatan yang dipimpin Farhan Maulana, santri kelas 6 TMI/XII MA, terbilang lancar. Hal ini tidak terlepas karena faktor dukungan maksimal dari ahlu bait/tuan rumah Bapak Idris Junan S.Pd.I, wali santri dari A.H. Jidan santri kelas 1 TMI/VII MTs.

Beberapa tokoh yang mereka kunjungi, memberikan penilaian baik terhadap kegiatan alternatif positif konstruktif ini. Bahkan dengan senang hati para santri mendapatkan banyak nasehat mereka. Dari unsur Aparat Kelurahan, mereka bersilaturrahmi kepada Bapak Mardianto selaku Ketua Rw.03 Warakas. Beliau menyampaikan nasihat: “ Kita harus saling menghormati diantara perbedaan  yang ada di masyarakat, jangan sampai terjadi pertentangan!”.

Membantu Magang Ngaji Di TPQ Baaburrahman

Membantu Magang Ngaji Di TPQ Baaburrahman

Dari tokoh pemuda, Mang Ipung yang notabene ketua pemuda Gg 14 Warakas berbagi nasihat dengan 10 peserta Safari Da’wah: “ Ketika kalian lulus nanti, hal pertama yang harus dilakukan adalah berdaptasi terlebih dahulu kemudian mencari rekan yang satu tujuan yakni bermasyarakat namun  harus di sertai ahklak yang baik!”.

Pemberian Kalender 2013 dan WARDAN Kepada Aparat Desa

Pemberian Kalender 2013 dan WARDAN Kepada Aparat Desa

Tidak ketinggalan tentunya, wejangan dari Ahlul Bait/tuan rumah: “ Kalian harus menyeimbangkan antara pendidikan umum dan pendidikan agama karena berdakwah dengan bekal agama saja tidak cukup. Kalian akan dikalahkan oleh orang-orang plularis, dakwah mereka dilakukan dengan berbagai cara misalnya internet, televis, film, handpone, majalah, koran dll!”.

Selain silaturrahmi kepada para tokoh agama dan tokoh masyarakat guna memperoleh nasehat dan do’a, mereka juga berkesempatan magang membantu guru ngaji di Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ) Baburrahman. Para santri menjadi lebih yakin betapa pentingnya belajar dan mengajarkan ilmu pengetahuan agama Islam.

Bersliaturrahmi Kepada Bapak RW

Bersliaturrahmi Kepada Bapak RW

Kegiatan ekstrakurikuler Latihan Seni Retorika / Pidato yang dikalangan pesantren biasa disebut Muhadloroh dan di Darunnajah Cipining diadakan 2 kali setiap pekan; Rabu siang dan Senin malam, sangat terasa manfaatnya ketika berada di masyarakat. Salah-satu santri diberi kesempatan menyampaikan ceramah di masjid Al Muttaqin. Para santri juga bisa mengadakan forum sharing dengan para pemuda setempat dan balajar bersama memainkan Hadroh (alat musik sejenis marawis dengan beberapa tambahan-red).

Selama safari da’wah kelompok ini juga istiqomah menjaga sholat jama’ah 5 waktu, mudzakaroh adab-adab harian dan membaca Al Qur’an serta dzikir pagi-petang/al ma’tsurat. Mereka juga belajar mengadakan bhakti sosial dengan membersihkan mushola Baaburrahman dan tempat tinggal ahlu bait.

Bersama Ahlu Bait/Tuan Rumah

Bersama Ahlu Bait/Tuan Rumah

Meskipun hanya dua hari, namun kegiatan belajar bermasyarakat ini mendapat respon positif dari warga masyarakat. “Mereka minta agar kegiatan Safari Da’wah ini dilakukan lagi, terutama pada bulan Romadhan karena waktunya sangat kondusif!” papar Farhan kepada WARDAN, menirukan request dari ahlu bait dan beberapa tokoh agama. (WARDAN/Abu Ezzat El Wazira).